Konsumsi Kalbar Hilang Separuh

DONASI: Kpw Bank Indonesia Kalbar memberikan seribu paket bantuan kepada empat pesantren di Pontianak dan Kubu Raya. | Aristono/Pontianak Post

Omzet UMKM Turun 70-80 Persen

PONTIANAK – Pandemi Covid-19 telah membunuh sendi-sendi perekonomian Kalimantan Barat. Sejumlah sektor runtuh dan tak beraktivitas sama sekali. Sementara sektor lain yang masih beraktivitas juga lesu dan kurang darah. Pendapatan masyarakat berkurang drastis sehingga berimbas pada menurunnya konsumsi. Bank Indonesia memperkirakan tingkat konsumsi di provinsi ini hilang separuh.

“Konsumsi kita turun sampai 50 persen pada masa pandemi ini. Karena memang pengeluaran masyarakat kurang sekali. Selain memang pendapatan yang menurun, juga karena tutupnya sejumlah usaha sektor wisata dan hiburan, ketakutan berbelanja, serta kebijakan physical distancing,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar Agus Chusaini kepada Pontianak Post, Senin (4/5) saat menyerahkan bantuan BI Peduli kepada para santri di Kalbar.

Penurunan konsumsi terbesar menurutnya ada pada produk sekunder dan tersier. Bahkan belanja kebutuhan pokok seperti sandang dan papan pun turut menurun. “Banyak orang sekarang fokus untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Seperti sekarang ini seharusnya belanja pakaian, kendaraan dan elektronik meningkat di Ramadan, tetapi justru kurang,” paparnya.

Penurunan konsumsi pada kelas menengah atas dinilai lebih dipengaruhi oleh ketakutan untuk bepergian dan belanja di luar. Hal ini seharusnya menjadi momen perubahan pola berjualan para pedagang, dari konvensional ke online. Sektor lain yang cukup terdampak adalah UMKM, terutama bidang kreatif.

Menurut Agus, penurunan omzetnya berkisar antara 70-80 persen. Pihaknya pun mendorong UMKM untuk segera beralih ke sistem online untuk mencari segmen pasar lain. “Kami bikin pelatihan terutama untuk para binaan kami, walaupun umum juga bisa bergabung. Bagaimana berjualan secara online, termasuk branding, packaging, dan lainnya,” sebut dia.

Penurunan konsumsi dan produksi sendiri sama dengan anjloknya pertumbuhan ekonomi. BI memperkirakan, bila pandemi masih seperti saat ini, pertumbuhan ekonomi Kalbar bisa mencapai minus satu persen. Paling mentok tumbuh sebesar tiga persen. Sementara angka inflasi tidak berbeda jauh dengan angka tahun lalu, antara dua sampai tiga persen.

Sebagai informasi, dalam Gerakan BI Peduli Covid-19, kemarin pihaknya menyalurkan bantuan ke lebih seribu santri di Kalbar. Mereka tergabung di  Ponpes Mu’tashim Billah di Kota Pontianak; serta Ponpes Nurul Jadid, Ponpes Abdussalam, dan Ponpes Hidayatul Muhsinin di Kabupaten Kubu Raya. Bantuan sosial BI yang diberikan berupa masker, sabun cair, disinfektan, dan vitamin.

Penyaluran bantuan kali ini merupakan rangkaian Gerakan BI Peduli Covid-19, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sebelumnya, pada 21 April 2020 lalu telah diserahkan seribu baju hazmat kepada Gubernur Kalbar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kalbar. (ars)