Konsumsi Sushi Saat Hamil, Amankah?

Sushi tak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia. Makanan ini diolah dari campuran nasi, lauk pauk seperti ikan dan daging, serta sayuran dan dibalut dengan rumput laut (nori). Terdapat kandungan karbohidrat, protein, dan serat di dalamnya. Kendati demikian, amankah mengonsumsi sushi berisi daging ikan mentah saat hamil?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Sushi adalah makanan asal dari Jepang yang dibentuk dengan kombinasi antara nasi, makanan laut dan darat, yakni ikan dan daging dan sayuran. Kemudian, dibalut dengan rumput laut (nori). Ikan yang digunakan dalam membuat sushi dapat berasal dari beragam jenis dan diolah dengan beragam macam cara. Mulai dari ikan mentah hingga ikan yang telah dimasak.

Mengonsumsi sushi berisi ikan mentah sudah dilakukan Fitri sejak masih gadis. Menurutnya, olahan Jepang yang mengenyangkan ini memang enak dikonsumsi dengan isian ikan mentah. Ada sensasi berbeda saat mencicipi antara isian mentah dan isian masak. Rasa sushi semakin nikmat disantap saat disantap dengan tambahan kecap asin (shoyu) dan wasabi.

Namun, saat menikah dan dinyatakan hamil, perempuan 27 tahun ini mulai menghentikan kebiasaannya mengonsumsi sushi isian ikan mentah.

“Karena menurut informasi, tidak baik bagi ibu hamil mengonsumsi ikan mentah. Sebab, akan berdampak bagi sang ibu maupun janin di dalam kandungan,” ujar Fitri.

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi, Rina Nulianti mengatakan di negara asalnya, Jepang, sushi memang dikenal dengan olahan makanan berisikan ikan mentah. Mengonsumsi sushi dengan isian ikan mentah memang bukan masalah, tetapi tidak bagi ibu hamil. Karena secara tidak langsung dapat menyebabkan dampak buruk baik bagi ibu maupun janin di dalam kandungan.

Rina menuturkan dikhwatirkan ikan mentah masih mengandung bakteri. Salah satunya bakteri Listeria yang dapat menyebabkan penyakit infeksi berbahaya yang muncul akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri (Listeriosis). Bisa juga ikan mentah masih mengandung merkuri yang sulit terurai. Dan, dikhawatirkan di dalam ikan mentah ada kandungan parasit toxoplasma gondii.

“Takutnya bakteri dan parasit di dalam ikan mentah tidak mati. Sehingga, bisa tumbuh di dalam ibu hamil. Banyak hal-hal yang diakibatkan karena mengonsumsi makanan mentah,” ujarnya.

Dampak buruk yang terjadi bagi ibu hamil adalah terjadinya keguguran. Bakteri Listeria yang ada di dalam tubuh ibu hamil akan menyebabkan rasa mual, muntah dan nyeri perut. Sedangkan pada janin, jika pada ikan mentah terkandung toxoplasma gondii, yang ditakutkan pada janin adalah terjadi kecacatan. Pada trimester pertama bisa saja perkembangan janin terganggu.

“Dimana, janin tidak berkembang akibat perkembangbiakan parasit tersebut. Kemudian, terjadi kecacatan janin yang menyebabkan Hidrosefalus (kepala besar), serta kecacatan pada sistem saraf pusat dan mata,” ujar Rina.

Dokteri di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak ini menyatakan banyak orang beranggapan bahwa pengolahan ikan salmon dan tuna sebagai isian sushi dinilai bersih dan baik. Menurutnya, memang pilihan ikan menentukan kualitas dari sushi. Ikan-ikan yang dikhawatirkan mengandung merkuri tinggi seperti makarel, hiu dan lainnya.

“Salmon, tuna, cod dan patin dinilai mengandung ‘merkuri lebih sedikit’ dengan kandungan omega3 yang tinggi. Tetapi, alangkah lebih baik jika ada pilihan, lebih baik mengonsumsi sushi dengan isian yang matang,” katanya.

Dokter di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak ini menjelaskan seandainya saat hamil ingin mengonsumsi ikan mentah, yakinkan bahwa ikan tersebut adalah ikan yang segar dan tidak mengandung merkuri. Usahakan tempat penyimpanan ikan baik dengan suhu optimum. Jangan sampai suhu penyimpanan ikan terlalu tinggi.

Selain itu, juga bisa mencium bau dan memegang ikan. Jika tidak terbiasa mengonsumsi ikan matang, lebih baik memilih isian lain, yakni daging sapi dan ayam, atau vegetarian dengan isi sayuran. Tentu isian sushi ini akan jauh lebih sehat bagi ibu hamil. **

Read Previous

Buku Komik yang Belum Antik

Read Next

Buru Pengemplang Pajak Kalbar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *