Korban Banjir Butuh Bantuan

PONTIANAK – Kalimantan Barat tidak hanya sedang menghadapi Covid-19. Tapi juga berduka oleh banjir yang menimpa beberapa kabupaten di Kalimantan Barat.

Korban banjir paling parah terjadi di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi yang tingginya mencapai 2,5 meter. Banyak rumah yang terendam banjir hingga menyisakan atap di permukaan.

Akses darat terputus. Begitupun aktivitas ekonomi yang juga lumpuh total. Jaringan listrik dan sinyal juga terputus. Ribuan warga mengungsi akibat banjir ini. Bantuan bahan kebutuhan pokok untuk mengisi dapur-dapur umum untuk pengungsi masih diperlukan. Juga kebutuhan pokok untuk warga yang terdampak banjir dan kesulitan mengakses bantuan karena mengungsi di daerah terpencil.

Selain itu, obat-obatan untuk penyakit diare, batuk-batuk, dan penyakit kulit juga diperlukan oleh pengungsi. Serta alat-alat kesehatan guna menunjang penerapan protokol kesehatan guna mengantisipasi Covid-19 di pengungsian, seperti masker dan hand sanitizer.

Terputusnya akses darat dan kesediaan alat angkut yang terbatas juga menjadi kendala. Oleh karenanya, perlu biaya untuk menyewa perahu dari warga agar bantuan bisa menjangkau korban banjir yang jauh dari titik-titik pengungsian utama.

Guna menjaring kepedulian terhadap korban banjir di Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu, Dompet Ummat, Dompet Dhuafa dan Pontianak Post bekerjasama memfasilitasi penyaluran bantuan.

Direktur Eksekutif Dompet Ummat, Yusuf mengatakan, bantuan fisik seperti kebutuhan pokok, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan bayi dapat dikirim langsung ke kantor Dompet Ummat di Jalan Karimata No 2A. Bisa juga transfer ke rekening Dompet Ummat di Nomor Rekening Bank Mandiri 146.000.496.614.4 (a.n. Dompet Ummat). Untuk informasi dan konfirmasi pengiriman bantuan, bisa menghubungi narahubung di 0851-0091-8676. (ris)

error: Content is protected !!