Korban KDRT, Bagaimana Fungsi Seksualnya?

PEMAPARAN: Lidia Hastuti memaparkan hasil penelitiannya tentang pengembangan diagnostic tools fungsi seksual pada wanita yang mengalami KDRT di Aula Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (7/11). SITI/PONTIANAK POST

Kekerasan rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh wanita antara lain berdampak pada kondisi fisik dan mental. KDRT juga mengakibatkan gangguan fungsi seksual bagi penderitanya. Hal ini dinilai perlu mendapatkan perhatian serta penanganan yang tepat.

SITI SULBIYAH, Pontianak

KARENA itulah, Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak melakukan Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) terhadap persoalan ini. Mereka bahkan melibatkan mitra penelitian dan stakeholder dalam pengembangan diagnostic tools fungsi seksual pada wanita yang mengalami KDRT.

Tim peneliti utama, Lidia Hastuti, menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan mereka untuk mengeksplorasi masalah seksual, sebagai upaya memberikan pertolongan pada wanita yang mengalami gangguan fungsi seksual karena KDRT. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan diai akan menghasilkan blue print diagnostic tools untuk mengukur fungsi seksual pada wanita yang mengalami kekerasan. Di samping itu, mereka ingin mengembangkan dan melakukan uji coba instrumen diagnostic tools fungsi seksual wanita yang mengalami KDRT.

“Dampak KDRT itu kebanyakan hanya dilihat sakit atau secara fisik saja. Tetapi perhatian pada dampak reproduksi yang sangat sensitif kajiannya masih sangat kurang. Jadi kami ingin mengetahui bagaimana dampak terhadap fungsi seksual perempuan yang mengalami KDRT?” jelas dia saat menggelar deseminasi penelitian tersebut, di Aula Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (7/11) lalu.

Diakuinya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya KDRT. Di antaranya, sebut dia, faktor ekonomi, perselingkuhan, komunikasi dengan pasangan, hingga karakter pasangan yang temperamen. Selain itu, dia juga mengungkapkan faktor lainnya yakni faktor religiosity. Faktor ini, digambarkan dia, merupakan hasrat seksual yang berlebihan pada pasangan, serta fenomena wanita yang lebih menyukai laki-laki yang sudah mapan atau perebut laki orang yang disebut pelakor phenomena.

Dia menilai, kondisi saat ini, wanita yang mengalami KDRT, cenderung menyembuhkan diri sendiri. Dia menyayangkan, kebanyakan korban tidak mencari pertolongan untuk menyembuhkan masalahnya, termasuk masalah seksual. Selain itu, diakui dia juga bahwa saat ini belum ada diagnostic tools untuk mengidentifikasi masalah tersebut di tempat pelayanan kesehatan. Untuk itulah, menurutnya, perlu adanya diagnostic tools yang bisa menjadi tools untuk screening seksualitas atau fungsi seksual wanita yang mengalami kekerasan.

Penelitian yang dilakukan mereka di Kota Pontianak dan Kubu Raya ini menunjukkan bahwa 11,2 persen wanita mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan 37,6 persen wanita mengalami disfungsi seksual. Menurutnya, angka 37,6 persen itu, sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa 20 – 30 persen wanita di dunia mengalami disfungsi seksual. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan mereka sebelumnya, di mana wanita yang mengalami disfungsi seksual berada pada kisaran persentasi 14,87 persen.

“Peneliti berpendapat bahwa perbedaan hasil penelitian ini disebabkan adanya perbedaan jumlah sampel, lokasi penelitian, dan fenomena saat ini yaitu wanita jaman sekarang lebih terbuka terhadap masalah seksual yang dialaminya,” jelas dia.

Dari hasil penelitian ini diharapkan dia akan meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis gender, yang dapat diimplementasikan pada pelayanan kesehatan termasuk puskesmas. Diagnostic tools yang masih dalam tahap penyempurnaan ini nantinya diharapkan dia bisa digunakan oleh pelayanan kesehatan untuk mengetahui fungsi seksual perempuan.

“Saat ini kami masih dalam penyempurnaan diagnostic tools. Validitas, responsnya seperti apa, sedang diuji. Harus memperhatikan berbagai aspek dalam penelitian,” pungkas dia. (*)

Read Previous

Panggung Si Tukang Diving

Read Next

Wali Kota Resmikan Masjid Al-Jama’ah Jalan Surya Pontianak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *