Korban Minta Ganti Rugi, Tragedi Tenggelamnya KMP Bili di Perigi Piai

TENGGELAM: Sejumlah kendaraan belum dievakuasi usai tenggelam bersama kapal KMP Bili di Dermaga Perigi Piai Kecamatan Tekarang. Para penumpang yang jadi korban berharap ada ganti rugi kendaraan mereka yang ikut tenggelam. FAHROZI/PONTIANAK POST

SAMBAS – Sejumlah penumpang KMP Bili yang terbalik pada Sabtu (20/2) berharap ada kepastian mengenai kendaraan mereka yang tenggelam bersama feri penyeberangan tersebut. Salah seorang penumpang, Riko mengatakan, hingga kemarin belum belum kepastian, apakah kendaraannya yang ikut tenggelam bersama KMP Bili akan diganti rugi atau tidak.

“Nasib motor saya belum ada pemberitahuan dari pihak terkait. Kalau harus menunggu di dermaga Perigi Piai, nanti saya tidak bisa bekerja,” katanya.

Seperti diketahui, saat peristiwa tersebut terjadi, KMP Bili memuat 40 sepeda motor, dua mobil dan sebelas truk. Semua kendaraan itu ikut tenggelam saat KMP Bili terbalik.

Menurut Riko, pihak ASDP sudah melakukan pendataan mengenai kendaraan penumpang yang tenggelam. “Iya, sudah ada pendataan. Baik saya sebagai penumpang maupun kendaraan yang saya bawa waktu kejadian tersebut,” kata Riko, salah satu korban tenggelamnya KMP Bili, Minggu (21/1).

Riko melanjutkan, usai pendataan belum ada pemberitahuan disampaikan pihak terkait mengenai nasib motornya yang ikut tenggelam bersama kapal. Mungkin saja, sebut Riko, motornya serta kendaraan lainnya yang menjadi korban, masih menunggu proses pengangkatan kapal atau evakuasi yang dilakukan pihak terkait.

Sebagai korban, dirinya berharap adanya ganti rugi atas musibah tersebut. Dan itu sesegera mungkin disampaikan kepada seluruh korban KMP Bili. “Kalau saya berharap ada ganti rugilah, soalnya kan sudah pasti motor yang tenggelam tak bisa lagi digunakan,” katanya. Kejelasan tersebut pun harus segera disampaikan kepada korban termasuk dirinya.

“Kalau tidak ada sepeda motor, saya tak bisa kerja, jadi saya berharap ada kejelasan terkait nasib motor,” katanya.

Riko juga berharap, jika ada proses ganti rugi, para korban harus mendapat informasi yang jelas seperti apa sistem ganti ruginya. Selain itu, apa saja yang harus disiapkan sebagai syarat administrasi. “Harus diberitahu juga, syarat apa yang harus disiapkan untuk proses ganti rugi,” katanya.

Sopir truk muatan material bangunan, Agus Susanto juga berharap hal yang sama. Dia meminta pihak terkait bisa mengganti kerugian yang dideritanya. Apalagi kendaraanya yang digunakannya merupakan sumber mata pencarian sehari-hari. “Kami minta ada ganti rugi,” ujarnya.

Agus bercerita, setiap hari dia mengantar material bangunan menggunakan truk yang kini ikut tenggelam itu. Jika tidak ada ganti rugi, dia mengaku bingung bagaimana harus bekerja.

Saat kejadian, truk yang dibawanya memang sedang mengangkut material. Saat itu, truknya sudah masuk ke dalam kapal. Ketika kapal terbalik, truknya pun tenggelam ke sungai.

“Sebelum kapal miring dan tenggelam, air sudah masuk dalam kapal, bahkan ban mobil saya hampir tenggelam,” kata Agus.

Sementara itu, hasil pantauan di lokasi dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tebas, terlihat lokasi tempat kejadian sudah dipasang garis polisi. Hanya saja, pada Minggu (21/2) sekitar pukul 15.00, tak terlihat proses evakuasi kendaraan muatan maupun kapal.

Belum ada pihak-pihak terkait di lokasi yang bisa dimintai keterangan terkait proses lanjutan evakuasi yang dilakukan. Hanya terlihat, tali ukuran besar berwarna putih banyak diikatkan ke kapal yang selanjutnya ditambatkan ke darat.

Kapal feri penyeberangan KMP. Bili terguling di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tekarang, Sabtu (20/2) sekitar pukul 14.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kepanikan melanda para penumpang. Teriakan histeris terdengar membahana.

Banyak penumpang yang memilih melompat ke air saat menyadari kapal mulai miring sebelum akhirnya terguling dan karam.

Riko, salah satu penumpang misalnya. Ia panik dan terjun ke sungai untuk menyelamatkan diri. “Sekarang masih di lokasi, belum bisa balik ke Sambas,” kata Riko saat dihubungi tak lama setelah kejadian, Sabtu (20/2). Ia lantas menceritakan bagaimana kapal penyeberangan yang ditumpanginya itu tenggelam. Sekitar pukul 14.00 WIB, kapal Fery KMP Bili hampir tiba di Dermaga Tekarang setelah lepas jangkar dari Dermaga Tebas.

“Sudah sampai di dermaga sebelah Kecamatan Tekarang, air sudah masuk ke dalam kapal, sementara pintu untuk keluar masuk penumpang belum dibuka (karena belum sempurna berhentinya), namun dengan cepat kapal seperti miring. Banyak penumpang sudah mulai melompat ke air begitu miring, jadi saya ikut juga melompat,” katanya.

Saat itu, Riko dan beberapa penumpang tak lagi memedulikan kendaraan miliknya yang ikut diseberangkan.  “Motor saya tenggelam bersama kapal, karena saya melompat untuk menyelamatkan diri,” katanya. Riko menyebutkan, pada waktu kejadian nahas tersebut, KMP Bili dalam kondisi muatan penuh, baik itu truk yang membawa pasir, mobil, sepeda motor dan penumpang (orang).

Begitu mengetahui adanya kejadian ini, Tim SAR gabungan segera turun ke lokasi. “Kami dari Pos SAR Sintete, begitu mendapatkan kabar adanya kapal feri tenggelam, kami langsung meluncur ke lokasi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi saat dikonfirmasi Pontianak Post.

Tim Pos SAR Sintete bergerak menuju lokasi menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) dilengkapi peralatan medis, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan evakuasi, peralatan Selam termasuk APD Covid 19.

Bupati, Kapolres, Sekda Sambas, unsur TNI juga langsung meluncur ke tempat kejadian begitu mendengar kabar tentang kecelakaan ini. Saat di lokasi, rombongan bertemu dengan pejabat terkait di dermaga, termasuk berdialog dengan penumpang.

Mengenai korban jiwa, Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH memastikan tak ada korban jiwa atas musibah tersebut. Hanya kendaraan yang ada dalam kapal yang ikut tenggelam. “Data sementara, tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Saat ini petugas terkait terus melakukan pemeriksaan, pengecekan terkait dengan seluruh penumpang yang ada,” katanya.

Sesuai dengan pendataan petugas, jumlah penumpang KMP BIli sebanyak 73 orang dan awak kapal berjumlah 15 orang. Sedangkan muatan kendaraan terdiri dari 40 sepeda motor, dua mobil dan 11 truk. Para penumpang selamat, lantaran waktu feri terbalik hingga tenggelam tersebut membutuhkan sekitar 30 menit.

“Data sementara, kendaraan-kendaraan yang ikut tenggelam terus didata pihak terkait, dan sekarang pihak terkait sedang menjalankan tugasnya masing-masing dalam penanganan musibah yang terjadi,” katanya. (fah)

error: Content is protected !!