Korupsi Pembuatan Sumur Pantek Segera Sidang

KETAPANG – Kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek akan segera disidangkan. Penyidik Polres Ketapang telah melimpahkan berkas perkara dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Ketapang pada Jumat (20/3) pagi. Selanjutnya, tersangka dibawa ke rumah tahanan di Pontianak untuk menunggu proses persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi di Pontianak.

Dugaan kasus korupsi pembangunan sumur pantek menyeret salah satu PNS di lingkungan Pemda Ketapang. Mantan pejabat di Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang, HS, ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan hasil penghitungan BPKP, kerugian negara pada kasus ini mencapai Rp1,5 miliar.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto, mengatakan pihaknya telah melakukan tahap dua kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek ke Kejari Ketapang.

“Tahap dua hari ini kita lakukan. Tersangka beserta barang bukti kita limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Ketapang untuk kemudian menjadi wewenang pihak kejaksaan,” kata Eko, kemarin (20/3).

Dia menjelaskan, sebelum dilakukan tahap dua, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap tersangka HS. Tersangka sudah ditehan sejak 60 hari sebelum akhirnya berkas perkara lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan.

“Karena semua berkas perkara telah lengkap tahap dua dilakukan dan proses hukum lebih lanjut akan ditangani rekan-rekan kejaksaan,” akunya.

Eko mengaku, tersangka sendiri diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pekerjaan pembangunan sumur pantek tahun anggaran 2015 sebesar Rp7 miliar yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1,5 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Dharmabella Tymbasz melalui Kasi Intel Kejari Ketapang, Agus Supriyanto, mengaku akan langsung membawa tersangka ke Pontianak untuk dititipkan ke Lapas Pontianak.

“Berkasnya sudah lengkap dan akan langsung dibawa ke Pontianak untuk segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Pontianak,” kata Agus, kemarin (20/3).

Tersangka HS, merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan sumur pantek pada tahun anggaran 2015 di Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang. Tersangka diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan terhadap pembangunan sumur pantek dengan pagu Rp7 miliar dan merugikan negara Rp1,5 miliar.
Agus menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak Polres Ketapang, modus tersangka dalam kasus ini adalah memecah proyek lelang menjadi proyek penunjukan langsung.

“Modus yang dilakukan tersangka di antaranya melakukan pemecahan paket-paket pekerjaan. Termasuk juga turut andil dalam pembelian seluruh pompa air tenaga surya serta adanya item pekerjaan yang tidak sesuai dengan aturan penyediaan barang dan jasa,” jelas Agus.(afi)

Read Previous

Empat Warga Ketapang Masuk ODP

Read Next

26 Unit Iphone Ditahan Masuk Entikong

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *