Kota Tak Miliki Alat Pemantau Kualitas Udara

kabut asap

BAGIKAN MASKER: Dinkes dan KB Kota Singkawang membagikan masker kepada pengendara di Jalan Alianyang, Rabu (11/9) kemarin. Har/Pontianak Post

SINGKAWANG–Dikarenakan belum memiliki alat ukur kualitas udara, maka pantauan kualitas udara apakah buruk atau masih skala normal tak bisa tampak seberapa besar bahanya. Hal inilah yang dialami Pemkot Singkawang khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang, Emy Hastuti saat ditanya terkait kualitas udara kota Singkawang menyampaikan belum diketahui dikarenakan pihaknya belum ada alat pengukur kualitas udara.

“PM 10 (Spesipikasi alat pengukur udara,red) tahun ini baru dianggarkan. Sekarang dalam proses lelang,” ujarnya. Bahkan pihaknya sudah berusaha meminjam alat ke provinsi namun tidak bisa, sementara kabupaten tetangga lainnya tidak memiliki alat pengukur udara.

Namun sejauh ini, kata Emi, dari jarak pandang masih cerah, hanya kalau daerah kelurahan tertentu yang ada efeknya pada masyarakat terutama anak yang ada gejala ISPA yang dibuktikan dari pemeriksaan kesehatan, maka pihaknya imbau bisa dilakukan libur sekolah bagi sekolah dasar, TK.

Sementara itu, guna mencegah hal negatif dari kabut asap, Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang membagikan masker kepada masyarakat Kota Singkawang melalui Bidang Pelayanan Kesehatan, di Depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Rabu (11/9). Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Rindar Prihartono mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) termasuk Kota Singkawang merupakan spot yang kurang baik karena situasi asap yang mulai tebal dan bisa menyebabkan penyakit ispa.

“Masyarakat sebaik mengurangi keluar rumah kalau tidak terlalu penting kalau pun keluar rumah sebaiknya mengunakan masker agar mengurangai dampak pemcemaran udara,” kata Rindar. Selain itu, lanjut Rindar masyarakat hendaknya menerapkan perilaku bersih dan sehat, seperti makan makanan yang bergizi, tidak merokok, serta istirahat yang cukup. “Masyarakat harus selalu memantau kualitas udara selama kabut asap berlangsung. Jika alat Indeks Standar Pengukur Udara yang tersebar di berbagai daerah sudah melebihi angka 100, sebaiknya tidak keluar rumah,” imbau Rindar. (har)

Read Previous

Tiba Malam, Beruntung Masih Bisa Daftar Ulang

Read Next

62 Titik Api Tersebar di Kayong Utara

Tinggalkan Balasan

Most Popular