KP2KP Putussibau Sampaikan Pajak di Hulu Gurung

kemenkeu

PUTUSSIBAU – Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Putussibau bekerja sama dengan Kantor Kecamatan Hulu Gurung mengadakan sosialisasi aspek perpajakan dana desa dan perpajakan wajib pajak orang pribadi di Aula Kantor Kecamatan Hulu Gurung, Nanga Tepuai, Kamis (12/9). Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama membahas aspek perpajakan dana desa yang dibuka oleh Camat Hulu Gurung Baharudin. “Pentingnya pajak selalu kami sampaikan dalam berbagai kesempatan, baik pada saat rapat ataupun saat kegiatan kerja bakti di desa,” ujarnya. Ia juga mengatakan ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk berdiskusi lebih dekat terkait pajak.

Sebanyak 27 (dua puluh tujuh) perangkat desa yang hadir antusias mengikuti jalannya acara. “Kendala yang masih kami rasakan sekarang ini Pak, adalah belum adanya tempat pembayaran pajak dan pembuatan billing di setiap desa, dan kalau harus ke Putussibau jauh, jadi bagaimana ya Pak,” tanya Ihsanudin, salah satu perangkat desa. Perlu diketahui jarak tempuh yang diperlukan dari Kecamatan Hulu Gurung ke Putussibau adalah sekitar tiga jam.

Menanggapi hal tersebut, Kepala KP2KP Putussibau, Fakhrudin Triwibowo mengatakan, perangkat desa bisa menggunakan layanan sms billing dari kantor KP2KP Putussibau. “Ketika ada keperluan ke kecamatan, bisa disetorkan pajaknya di bank persepsi yang ada di sekitar Kecamatan Hulu Gurung,” katanya. Ia juga menambahkan KP2KP Putussibau membuka diri apabila para kepala desa ingin menugaskan bendaharanya untuk mendapatkan bimbingan teknis terkait pemenuhan kewajiban perpajakan atas pemanfaatan dana desa ini.

Sekretaris Camat Hulu Gurung, Kastida membuka sesi kedua yang membahas tentang perpajakan wajib pajak orang pribadi pelaku usaha. “Saya senang dengan kegiatan seperti ini, karena saya kira memang sudah menjadi salah satu kewajiban kita sebagai warga negara untuk taat dengan aturan pemerintah salah satunya aturan perpajakan,” ujarnya.

“Saya ini pernah bayar sekali pajak di Putussibau, katanya bisa juga bayar di Hulu Gurung, tapi pas saya coba ke bank bawa billing yang pertama kok tidak bisa ya Pak?” tanya Tamsil, salah satu pelaku usaha. Menanggapi hal tersebut, Fakhrudin mengatakan kode billing hanya bisa digunakan untuk satu kali pembayaran sehingga perlu mendapatkan kode billing baru setiap akan melakukan penyetoran pajak.

“Pajak merupakan perwujudan bentuk gotong royong di Indonesia, yang tidak mempermasalahkan besar kecilnya jumlah pembayaran, namun terkait bagaimana masyarakat punya komitmen untuk bersama-sama melakukan kontribusi nyata bagi negara,” tambah Fakhrudin di akhir kegiatan.(*)

loading...