KPK Apresiasi Aplikasi CMS Bank Kalbar

FOTO BERSAMA : Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar (tengah) bersama Bupati Kubu Raya, Dirut Bank Kalbar, Kepala BPKP Kalbar, beserta jajaran Desa Parit Baru, berfoto bersama. Mereka mengabadikan diri dengan pose Kubu Raya Menanjak.

Target 2021 Diterapkan di Seluruh Daerah Kalbar

SUNGAI RAYA – Aplikasi Cash Management System (CMS) dari Bank Kalbar telah membantu memudahkan transaksi keuangan desa yang transparan. Aplikasi yang telah direalisasikan sejak tahun 2019 di Kabupaten Kubu Raya itu, mendapatkan apresiasi langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini dikatakan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, saat melakukan kunjungan kerja ke Kalbar, Kamis (16/7).

“Kita harap banyak daerah bisa melakukan percepatan sistem keuangannya guna meminimalisir tindak pidana korupsi,” ungkap dia, saat memantau penggunaan aplikasi CMS di Kantor Desa Parit Baru, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Menurutnya, perbaikan sistem keuangan harus terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman. Karena itu, sistem berbasis teknologi informasi ini menurutnya penting dibangun guna mempersempit potensi penyalahgunaan anggaran. Tentu saja untuk mewujudkan hal ini diperlukan dukungan dan komitmen dari berbagai pihak. Termasuk pula dukungan bank daerah.

Lili juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah menerapkan sistem keuangan berbasis CMS ini. Dia berharap kabupaten tersebut bisa menjadi percontohan bagi pemerintah daerah lainnya, sehingga semakin banyak desa dengan penggunaan anggaran yang transparan dan akuntabel. “Saya harap ini bisa dicontoh untuk daerah lainnya,” tutur dia.

Transaksi nontunai pada keuangan desa melalui CMS Bank Kalbar, di Kabupaten Kubu Raya telah dimulai sejak tahun 2019. Awal diluncurkan, setidaknya ada 28 desa sebagai pilot project. Berjalan seiring waktu, seluruh desa di Kubu Raya telah menerapkan aplikasi ini, hingga menjadi kabupaten tercepat di Kalbar dalam penyaluran dana desa. Dalam tataran nasional, kabupaten yang dipimpin oleh Muda Mahendrawan ini, masuk dalam jajaran 20 besar penyaluran dana desa tercepat pada Tahun 2020.

Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail mengatakan, saat ini seluruh desa di Kabupaten Kubu Raya telah menggunakan aplikasi CMS. Pihaknya manargetkan seluruh daerah di Kalbar dapat menerapkan aplikasi CMS guna mendukung penyaluran anggaran yang lebih efektif namun tetap transparan.  “Target kami 2021, CMS bisa diterapkan pada semua daerah di Kalbar,” ucap Samsir.

Pihaknya juga masih terus melakukan evaluasi terhadap sistem, kemudian menyempurnakannya, supaya semakin efektif dalam penggunaan. Tim khusus juga terus memantau perkembangan aplikasi serta sigap mengatasi apabila terjadi kendala.  “Kami kerahkan tim untuk memantau pelaksana di lapangan, serta memberikan bimbingan kepada petugas  operasional desa. Pada intinya kami terus memperbaiki sistem,” kata dia.

Kepala Desa Parit Baru, Musa, menyatakan bahwa sistem CMS membuat pengelolaan keuangan desa menjadi lebih aman. Lewat pengelolaan nontunai, setiap dana yang keluar tercatat secara detail dan transparan sehingga jika ada kecurigaan dalam penggunaan anggaran maka akan mudah terlacak.

“Kelebihannya ada pada sisi keamanan, baik untuk kepala desa maupun uang masyarakat,” tutur dia. Sistem ini, tambah dia, juga sudah banyak dilirik oleh daerah lainnya. Mereka bahkan mengajukan untuk melakukan studi banding, supaya dapat diterapkan di daerah lain. “Sistem CMS ini betul-betul memotivasi desa yang mau aman dalam pengelolaan dan transaksi dana desa,” pungkas dia. (sti)

 

error: Content is protected !!