KPK Dalami Peran Aziz Syamsudin
Geledah Rumah dan Ruang Kerja Anggota DPR

Aziz Syamsudin

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menggeledah rumah dinas Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, di Jakarta Selatan, Rabu malam. Sebelumnya, KPK juga menggeledah ruang kerja Aziz di Gedung DPR.

“Kami sampaikan bahwa KPK akan terus bekerja, kerja, dan kerja untuk mencari keterangan dan bukti. Hari ini, tim penyidik KPK menggeledah di berbagai lokasi ruang kerja di DPR, rumah dinas, dan rumah pribadi,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu.

Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan suap untuk tidak menaikkan perkara ke tingkat penyidikan dengan tersangka penyidik KPK dari Kepolisian Indonesia, Stepanus Robin Pattuju, dan kawan-kawan. Bahuri mengatakan, lembaganya akan bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan suap Pattuju.

“KPK akan bekerja keras untuk mencari bukti-bukti dan seseorang dapat menjadi tersangka karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan kecukupan alat bukti. Bukan pendapat, bukan persepsi, dan bukan juga asumsi apalagi halusinasi,” ujar dia.

Ia pun menegaskan KPK tidak pandang bulu untuk menindak pihak lain yang terlibat dalam kasus itu. “Kami akan dalami dan pelajari, telaah keterangan para saksi dan bukti-bukti lainnya untuk membuat terangnya suatu peristiwa, perbuatan, dan siapa pelakunya. Sekali lagi, semua tindakan untuk menduga seseorang sebagai tersangka beralaskan kecukupan bukti. KPK tidak akan pandang dulu dalam bertindak karena itu prinsip kerja kami,” katanya.

Selain Pattuju, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, dan Maskur Husain selaku pengacara.

Dalam konstruksi perkara pada Oktober 2020, Syahrial menemui Syamsuddin di rumah dinas Syamsuddin dan menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan KPK di pemerintahan Kota Tanjungbalai.

Syamsuddin langsung memperkenalkan Syahrial dengan Pattuju. Dalam pertemuan itu, Syahrial menyampaikan permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan.

Syahrial meminta agar Pattuju dapat membantu agar permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti KPK.

Pattuju bersama Husain sepakat membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di pemerintahan Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti KPK dengan menyiapkan uang Rp1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Pattuju dan Husain itu dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, teman Pattuju. Syahrial juga memberikan uang secara tunai kepada Pattuju hingga total uang yang telah diterima Pattuju adalah Rp1,3 miliar.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, yakin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menaati prosedur saat menggeledah ruangan kerja Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, di Gedung Nusantara III DPR, Rabu.

“Saya rasa tim penyidik akan kasih kabar (jika ada penggeledahan di DPR). Saya rasa dia (tim penyidik) bawa surat perintah,” kata dia menanggapi pertanyaan wartawan saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Dalam kesempatan itu, dia menyebut MKD DPR akan melakukan pertemuan dengan KPK menunggu perkembangan situasi di DPR.

“Kami akan konsultasi dan melakukan dialog soal perkembangan (kasus) ini, karena DPR sebagai institusi dan KPK juga sebagai institusi. Ini ada dua institusi yang pastinya harus ada komunikasi,” kata dia.

Ia mengaku belum mendapat informasi lebih detail mengenai penggeledahan di ruangan kerja Syamsuddin di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Rabu malam.

Walaupun demikian, Wakil Ketua MKD, Habiburokhman, membenarkan ada penggeledahan di ruangan Syamsuddin, salah satu petinggi Partai Golkar, di DPR.

Ia mendampingi pada proses penggeledahan oleh tim penyidik KPK itu, yang dia katakan bukan upaya mengintervensi penyidikan, melainkan bagian dari fungsi MKD DPR.

Terkait itu MKD DPR telah memberi surat tugas kepada kepala bagian sekretariat MKD DPR untuk melakukan pendampingan selama penggeledahan berlangsung.

Tim penyidik KPK, menurut keterangan Habiburokhman, tiba di Gedung DPR sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, penggeledahan baru berlangsung sekitar jam buka puasa atau pukul 18.00 WIB, demikian informasi dari beberapa saksi mata di lokasi.

Sekitar dua jam kemudian, beberapa penyidik turun dari Lantai 4 Gedung Nusantara III DPR membawa setidaknya dua koper. Tim penyidik langsung meninggalkan Kompleks Parlemen MPR/DPR setelah membawa beberapa barang dari ruang kerja Syamsuddin.

Proses penggeledahan, sampai berita ini dibuat, masih berlangsung di ruang kerja wakil ketua DPR yang juga petinggi Partai Golkar itu.

KPK di Jakarta, Rabu, membenarkan akan ada penggeledahan di Gedung DPR RI. Namun, KPK belum menyebut secara detail ruangan apa yang akan digeledah penyidik pada Rabu malam.

Penggeledahan itu dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan suap untuk tidak menaikkan perkara ke tingkat penyidikan dengan tersangka penyidik KPK dari Polri, Stepanus Robin Pattuju, dan kawan-kawan.

“Benar, hari ini tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di Gedung DPR RI,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Azis Syamsuddin belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapan terkait penggeledahan ini.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!