KPP Ponbar Gandeng 364 PKP Pelajari e-Faktur 3.0

KELAS PAJAK: Suasana kegiatan kelas pajak secara webinar di ruang Konsultasi KPP Pratama Pontianak Barat IST

PONTIANAK – KPP Pratama Pontianak Barat mengadakan kelas pajak dengan tema “Prepopulated Pajak Masukan pada Aplikasi e-Faktur 3.0” yang diikuti oleh 364 Pengusaha Kena Pajak (PKP) secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dan Youtube Live di ruang Konsultasi KPP Pratama Pontianak Barat, Selasa (29/9).

Kelas pajak ini diadakan agar PKP lebih mempersiapkan diri dikarenakan mulai 1 Oktober 2020 ada implementasi nasional aplikasi e-Faktur 3.0 yang merupakan pengembangan dari aplikasi e-Faktur yang saat ini digunakan (e-Faktur 2.2).

Account Representative Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan, Amanda Widya Pratiwi menerangkan bahwa e-Faktur atau elektronik faktur pajak adalah faktur pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Amanda mengatakan, “PKP yang telah diwajibkan untuk membuat e-Faktur tidak diperkenankan lagi untuk membuat faktur pajak yang berbentuk kertas.”

“Apabila PKP tersebut tidak membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik, maka dianggap tidak membuat faktur pajak kecuali dalam keadaan tertentu yang di luar kuasa PKP yang ditetapkan oleh DJP dapat membuat faktur pajak berbentuk kertas (hardcopy),” lanjut Amanda.

Ia kemudian menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan update Aplikasi e-Faktur 3.0.  Pertama, download aplikasi e-Faktur sesuai dengan OS di efaktur.pajak.go.id. Kedua, extract file yang sesuai dengan OS. Ketiga, copy seluruh file yang di-extract lalu paste ke folder e-Faktur yang digunakan. Keempat, jalankan aplikasi e-Faktur seperti biasanya.  Kelima, pastikan menu prepopulated data sudah muncul di aplikasi.

“Jadi untuk istilah prepopulated itu maksudnya begini, pada versi sebelumnya PKP harus melakukan input data secara manual, namun di versi terbaru ini data Pajak Masukan maupun Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang dapat dikreditkan sudah tersedia by system,“ jelas Amanda.

Mengenai pelaporan SPT Masa PPN, Account Representative Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV Eko Pramanto menjelaskan bahwa fitur prepopulated juga tersedia pada e-Faktur versi 3.0 ini. “Kalau Anda sudah menggunakan e-Faktur versi 3.0, pelaporan SPT Masa PPN tidak lagi dilakukan melalui aplikasi e-Faktur Client Desktop tapi menggunakan aplikasi e-Faktur Web Based. Semua data Pajak Masukan dan Pajak Keluaran yang akan dilaporkan di SPT Masa PPN akan disediakan melalui e-Faktur Web Based tersebut, “ lanjut Eko.

Kepala KPP Pratama Pontianak Barat Witarto dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya sosialisasi aplikasi e-Faktur 3.0 ini dapat bermanfaat dan juga dapat memudahkan Wajib Pajak dalam hal memahami serta menjalankan kewajiban perpajakan yaitu pembuatan SPT Masa PPN.

Pelaksanaan Kelas Pajak ini merupakan langkah bagi KPP Pratama Pontianak Barat dalam memberikan sosialisasi terkait penggunaan aplikasi e-Faktur 3.0 kepada Wajib Pajak khususnya para PKP.(*)

error: Content is protected !!