KPU Launching Pilkada Ketapang 2020

LAUNCHING PILKADA: Sekda Ketapang Farhan diabadikan bersama jajaran Forkopimda, serta komisioner KPU dan Bawaslu dalam peluncuran Pilkada Ketapang 2020, Minggu (1/3) malam di Ballroom Hotel Borneo Ketapang. (kanan) Maskot Pilkada Sile Ketapang ikut ditampilkan. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Ada Potensi Kegaduhan, Laporkan!

KETAPANG – Jika ada hal-hal yang berpotensi menimbulkan terjadinya kegaduhan dalam masyarakat, hendaknya segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Imbauan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang Farhan, saat menghadiri Launching Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang tahun 2020 di Ballroom Hotel Borneo Ketapang, Minggu (1/3) malam.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang bahwa jika ada hal-hal yang berpotensi terjadinya kegaduhan dalam masyarakat, agar segera dilaporkan kepada pihak berwajib,” pinta Farhan.

Diakui dia bahwa di era digitalisasi saat ini, mereka sering disuguhi informasi-informasi yeng tidak jelas sumber dan kebenarannya. “Informasi-informasi seperti ini sangat mudah menyebar ke dalam lapisan masyarakat,” sesal Sekda. Dia pun meminta agar warga mampu memilah antara informasi yang hoaks dan tidak. “Karena hal-hal seperti inilah yang biasanya jadi pemicu utama kericuhan dalam masyarakat,” lanjut Farhan.

Sekretaris MABM Ketapang ini meminta agar masyarakat jangan percaya dengan informasi yang sumbernya tidak jelas. Diingatkan dia bahwa dalam situasi seperti ini, begitu banyak oknum-oknum yang ingin memecah belah kehidupan masyarakat.

Saat memberikan sambutannya mewakili Bupati, Sekda menyampaikan bahwa sebagai negara yang baik, masyarakat Ketapang sudah sepantasnya untuk ikut berpartisipasi dalam kontestasi politik, demi keberlangsungan demokrasi di Ketapang ini. Keberagaman masyarakat Ketapang yang terdiri dari berbagai suku, diakui dia, turut memberikan corak dan warna yang berbeda dalam kehidupan masyarakat Ketapang dan proses demokrasi di dalamnya.

“Menjelang masa-masa Pilkada ini, kita juga harus mengidentifikasi kemungkinan gesekan-gesekan yang akan terjadi di lapisan kehidupan masyarakat. pandangan dan pilihan politik yang berbeda dalam masyarakat, identik dengan munculnya riak-riak dalam struktur masyarakat,” kata Farhan.

Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat, untuk berperan aktif dalam mencegah segala bentuk upaya perpecahan di segala sektor kehidupan masyarakat.

Selain dihadiri Sekda, launching tersebut juga dihadiri jajaran Forkompimda Ketapang, perwakilan KPU Provinsi Kalbar, Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Ketua KPU dan Bawaslu Ketapang beserta jajarannya, perwakilan partai politik, para camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan undangan lainnya. Pada launching tersebut juga ditampilkan dan diperkenalkan maskot Pemilu Ketapang bernama Sile Ketapang (Si Ale Ale Ketapang). Launching ini sendiri digelar 203 hari sebelum hari pemungutan suara yang jatuh pada 23 September 2020. “Launching merupakan keseriusan dan komitmen KPU Kabupaten Ketapang untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Ketapang,” tegas Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin saat membuka acara tersebut.

Tedi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Ketapang yang telah mendukung tahapan pemilihan, mulai dari penandatanganan NPHD yang merupakan kunci dalam menjalankan tahapan, karena pembiayaan Pilkada melalui APBD. Menurutnya, launching yang digelar merupakan deklarasi kesiapan KPU Ketapang secara kelembagaan untuk menyelenggarakan Pilkada berintegritas, bermartabat, dan santun.

“Pesan yang terkandung di dalamnya adalah bagaimana proses Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan aturan main. Ini tentunya peran dan kontribusi seluruh stakeholder sangat menentukan untuk bersama-sama dan bersinergi memastikan bahwa pemilihan itu benar-benar berintegritas,” kata Tedi.

Dia menjelaskan, dalam proses pemilihan ini, KPU Ketapang bukan untuk menjadi one man show, tapi hadir untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder yang semuanya memiliki peran kunci dan strategis dalam menentukan hasil pemilihan. Menurur Tedi, kunci sukses penyelenggaraan pemilihan mencakup tiga elemen, yaitu pemilih, peserta, dan penyelenggara.

Pemilih yang cerdas, menurut dia, menjadi kunci untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Kemudian peserta pemilihan, peran partai politik dalam mengusung pasangan calon potensial, kredibel, berintegritas, dan kompeten atau calon dari jalur perseorangan sangat menentukan suksesnya pemilihan. Terakhir, sebut dia, adalah penyelenggara, di mana nilai dasar penyelenggara dalam hal ini mandiri, jujur, adil, terbuka, profesional, dan proporsional, harus menjadi nilai yang ternanam dan tumbuh pada diri penyelenggara. (afi)

loading...