Kredit Perumahan Diramal Tumbuh 

MEMBAIK: Pengajuan kredit rumah tahun ini diprediksi akan meningkat seiring dengan  membaiknya kondisi perekonomian. Persyaratan dan seleksi dari perbankan juga lebih mudah, tidak seketat ketika awal pandemi. JP

PONTIANAK – Perbankan optimistis tahun ini pertumbuhan kredit bakal tumbuh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tahun 2020 yang lalu. Tak terkecuali bagi pembiayaan di sektor properti.

“Melihat perkembangan yang ada saat ini, kami optimis akan lebih lebih baik di tahun 2021, terlebih dengan adanya vaksin yang distribusinya diharapkan bisa lancar efektivitasnya baik,” ungkap Kepala BTN Kantor Cabang Pontianak, Fikry Ghazali, kemarin.

Pengajuan kredit perumahan diakuinya semakin mengalami kenaikan seiring membaiknya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Di Kalimantan Barat, kata dia, optimisme itu terlihat dari berjalannya aktivitas ekonomi yang nyaris berjalan secara normal. Perekonomian menurutnya juga sudah mulai pulih.

Pihaknya juga yakin mereka yang pada tahun lalu sempat menunda mengajukan kredit rumah lantaran dihantam pandemi covid-19, tahun ini akan mencoba mengajukan kredit rumah ke perbankan. Terlebih, dengan persyaratan dan seleksi yang lebih mudah, dan tidak seketat ketika awal pandemi datang.

“Pada awal pandemi, seleksinya sempat di semua (profesi) sektor wiraswasta, kita tunda dulu. Setelah melihat sektor mana saja yang terdampak, Mei dan Juni (2020) bisa kita layani yang wiraswasta, namun beberapa sektor agak ketat, seperti sektor pariwisata dan transportasi. Namun sekarang sudah tidak terlalu ketat, case by case,” jelas dia.

Tahun lalu, di tengah pandemi covid-19, pihaknya mampu menyalurkan kredit dengan total Rp346 miliar. Sementara tahun ini, pihaknya menargetkan penyaluran kredit perumahan mencapai Rp400 miliar. Untuk mencapai target itu, pihaknya mempersiapkan sejumlah strategi, di antaranya adalah  mengembangkan kerja sama strategis dengan perusahaan atau perkantoran, supaya bisa mendapatkan potensi pasar yang membutuhkan kebutuhan perumahan.

Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail, juga memiliki optimisme yang sama. Bahkan pada tahun ini, pihaknya mengajukan penambahan kuota untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) subsidi kepada Kementerian PUPR.

“KPR subsidi kita tahun ini 1600 unit, dan tahun ini kita minta tambah. Kemarin sempat bertemu dengan Anggota DPD RI Dapil Kalbar, Pak Sukiryanto, dan kita sampaikan permintaan penambahan kuota 3000 unit rumah subsidi,” kata dia.

Penambahan ini diajukan seiring membaiknya permintaan konsumen akan rumah bersubsidi. Dia pun berharap Kementerian PUPR dapat mengabulkan pengajuan tersebut, minimal bisa pada angka 2500 unit rumah. Pihaknya saat ini juga tengah meningkatkan kredit untuk perumahan nonsubsidi.

“Kalau non subsidi kita jalan terus, hanya mungkin untuk tingkat suku bunganya cukup tinggi,” tutur dia.

Kepala Otoritas Jasa keuangan (OJK) Kalbar, Moch Riezky F Purnomo menyebut, transaksi perbankan mulai mengalami kenaikan seiring pulihnya perekonomian di Kalbar. Tak terkecuali kredit bagi perumahan bersubsidi. Apalagi saat ini tingkat suku bunga kredit untuk perumahan bersubsidi cukup rendah.

“Dengan tingkat suku bunga yang rendah, ini menjadi kesempatan bagi konsumen untuk memiliki rumah baru,” tuturnya. (sti)

error: Content is protected !!