Krisis Identitas Saat Jadi Ibu

Tak mudah ketika baru menjadi orang tua, khususnya bagi perempuan. Bahkan, bisa saja mengalami krisis identitas. Jika tak diatasi, bisa menimbulkan lebih banyak masalah.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Memiliki anak menjadi kebahagiaan bagi pasangan suami istri. Namun, kehadiran buah hati pastinya membawa perubahan, terutama bagi ibu.

Bisa saja ibu merasa bingung dan cemas. Bahkan, merasa kehilangan jati diri karena terbebani dengan baru sebagai ibu. Psikolog Dr. Hj. Fitri Sukmawati, M.Psi mengatakan setiap orang pasti memiliki identitas.  Tahu apa saja yang akan dilakukannya, serta potensi yang dimiliki dalam dirinya.

“Sejatinya, identitas diri sama saja halnya dengan jati diri. Sejauh mana yang bersangkutan memahami pengembangan yang ada dalam dirinya,” katanya.

Ketika  mengalami krisis identitas diri, perlu diketahui apakah hal tersebut dipengaruhi orang lain, atau belum memahami peran dan potensinya. Menurut Fitri, dalam psikologi, perubahan diri ibu baru adalah hal yang biasa terjadi karena kepribadian bersifat dinamis.

Saat menjadi ibu baru, seseorang akan mengalami perubahan. Selama tidak menjadikan dirinya menjadi orang lain atau memanipulasi dirinya, proses perubahan yang dialami adalah hal yang wajar terjadi.

“Terkecuali jika yang bersangkutan tidak tahu perubahan yang terjadi akan jadi apa. Hal seperti ini yang perlu disadari,” ucap Fitri.

Ketua HIMPSI Wilayah Kalbar ini menuturkan kebanyakan krisis identitas yang dialami ibu baru karena merasa belum bisa bertanggung jawab setelah diamanahkan seorang anak. Atau, masih belum mengerti apa yang akan dilakukan.

Mengatasi hal tersebut, Pemilik Layanan Psikologi Terapan Ghandur ini menyatakan ibu bisa coba memantaskan diri. Berusaha belajar untuk bisa menjadi ibu yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Secara fisik ibu harus bisa mengasuh dan menopang buah hatinya. Menstimulasi buah hati agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Hindari untuk mementingkan diri sendiri hingga melupakan perannya sebagai seorang ibu,” kata Fitri.

Ketua Jurusan Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN ini mengungkapkan keluarga berperan penting. Karena sejatinya ibu baru yang mengalami krisis identitas diri ini juga membutuhkan dukungan.

“Dukungan keluarga dapat membuat ibu baru merasa sedikit tenang dikala menghadapi perubahan dalam dirinya. Sedih rasanya jika keluarga tidak memiliki andil dalam hal ini,” tutup ibu dua anak ini.**

 

loading...