Kuasai Semua Genre Musik

Banyak orang yang mengandalkan suara mereka sebagai ladang penghasilan. Salah satunya adalah Damayanti. Wanita berusia 25 tahun ini, sejak sewindu yang lalu berkecimpung dalam dunia permusikan lokal.

Oleh : Siti Sulbiyah

Kemampuan bernyanyi Damayanti membuka jalan baginya meraih pundi rupiah. Wanita asal Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas ini merupakan musisi lokal yang sering tampil di berbagai acara, serta hotel dan kafe yang ada di Kota Pontianak.

“Aku kadang nyanyi solo, tapi kadang juga manggung sama band,” ungkap Maya, sapaan akrabnya.

Dengan kemampuan bernyanyinya itu, ia kerap dipanggil untuk menghibur orang-orang. Semua genre musik mau tidak mau dipelajarinya karena panggilan bernyanyi bisa datang dari mana saja. Harus bisa lagu pop, dangdut, dan genre musik lainnya.

“Harus bisa semua genre musik. Karena kadang kita nyanyi itu sesuai dengan permintaan. Jadi aku gak idealis pada satu genre saja,” kata dia.

Maya sejak kecil memang senang bernyanyi. Dia mengklaim bakatnya itu merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa. Sadar betul dengan kemampuannya, sejak usianya sekitar delapan tahun, ia aktif menjadi peserta lomba bernyanyi dan mengaji. Tak sedikit dari lomba-lomba itu berhasil membawanya sebagai juara.

Sempat vakum bernyanyi pada usia remaja, kemampuannya itu kembali ditunjukkan saat duduk di bangku perguruan tinggi. Dirinya sering manggung dalam berbagai acara di kampus. Kemampuannya semakin terasah sering dengan seringnya tampil di atas panggung. Latihan pun menjadi lebih sering. Jejaringnya semakin luas. Ia mulai banyak dikenal.

“Sejak saat itu, jadi banyak panggilan. Jadi punya penghasilan sendiri. Bisa mandiri dan bayar uang kuliah dari hasil kerja,” tutur Maya.

Wanita kelahiran Juli 1995 ini serang masih berstatus mahasiswa di IKIP-PGRI Pontianak Jurusan Bahasa Indonesia. Kemampuannya bernyanyi pernah ia buktikan dengan menjadi peserta lomba nyanyi tingkat nasional membawa nama almamater kampusnya. Ajang perlombaan yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di tanah air itu membawanya meraih juara kedua dalam lomba bernyanyi.

Sebelum pandemi covid-19 melanda, dalam satu pekan, ia bisa tampil rutin minimal dua kali. Tak jarang banyak pula panggilan yang sifatnya insidentil datang dari berbagai pihak yang menggelar hajatan atau acara. Ia sangat jarang menolak permintaan untuk manggung. Sebagai musisi, ia berusaha untuk memenuhi permintaan klien.

Maya juga pernah punya pengalaman  menarik ketika manggung di Sarawak, Malaysia, dalam sebuah acara besar yang dihadiri oleh pejabat setempat pada tahun lalu. Saat itu, ia diminta untuk menyanyikan beberapa lagu dengan genre yang berbeda. Pihak panitia memintanya untuk menyanyikan lagu dangdut dan pop.

“Aku gak lupa saat dapat panggilan nyanyi di Sarawak. Tiba-tiba saja grogi, suara sulit keluar,” tuturnya.

Kondisi itu terjadi tepat beberapa saat sebelum naik ke atas panggung. Sempat mengurungkan niat agar dibatalkan, tapi ia mencoba meyakinkan diri. Pikirnya, tidak mungkin dibatalkan karena sudah jauh-jauh ke Sarawak. “Naik panggung, bilang Bismillah. Akhirnya bisa nyanyi. Pendengar juga saya sapa. Lega rasanya,” ungkap Maya.

Untuk melatih vokalnya, ia belajar secara otodidak melalui video yang tersedia di banyak kanal penyedia secara gratis. Sempat terdaftar sebagai murid dalam sebuah sekolah musik di Kota Pontianak, tetapi ia hanya bertahan dua bulan saja. Hal itu karena dia merasa tidak mendapatkan ilmu yang signifikan, bahkan bisa dipelajarinya secara mandiri dari berbagai referensi yang ada. Di sisi lain, ia juga merasa berat dengan biaya pendidikan musik di sekolah itu.

“Biaya mahal, sementara saya juga punya kebutuhan lain,” kata dia.

Maya tidak punya pantangan atau makanan-makanan tertentu untuk mengoptimalkan suaranya. Hanya saja ia anti dengan camilan gorengan. Bukan karena khawatir suaranya tak bisa tampil prima, tetapi karena sejak dulu ia tak suka. Dirinya menjaga suara dengan lebih sering mengonsumsi air putih serta latihan vokal setiap pagi.

“Juga sering fitnes agar bugar, karena kondisi tubuh sangat mempengaruhi performa,” tutup dia. (*)

loading...