Zona Merah, Kawasan Usaha Ditutup
Kubu Raya Berlakukan PPKM Mikro secara Ketat

SOSIALISASI: Tim Satgas Covid-19 Kubu Raya melakukan sosialisasi bagi pelaku usaha untuk mendukung PPKM mikro di Kubu Raya, Rabu (9/6) malam dengan mendatangi sejumlah kafe, warung kopi, dan tempat keramaian. ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

SUNGAI RAYA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di pusat perbelanjaan termasuk kafe, warung kopi dan pusat keramaian lainnya mulai diberlakukan pada Kamis (10/6) lalu.

Kepala Satuan Kepolisian Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Kubu Raya Adriansyah berharap masyarakat mendukung pemberlakuan tersebut. Harapan tersebut disampaikan dia dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi yang mereka gelar pada Rabu (9/6) malam lalu. Bersama Tim Satgas Covid-19 Kubu Raya, mereka mendatangi sejumlah pusat keramaian di beberapa titik di Kubu Raya.

“Jadi selain kembali mengingatkan masyarakat tetang pentingnya disiplin protokol kesehatan, saat turun ke lapangan kami juga menegaskan ke masyarakat terutama para pemilik temlat usaha seperti warung kopi, kafe, dan sejumlah pusat keramaian lainnya untuk disiplin dalam mendukung pelaksanaan PPKM mikro di Kubu Raya,” kata Adriansyah kepada Pontianak Post, Kamis (10/6) di Sungai Raya.

Menurutnya, sesuai dengan Surat Edaran Bupati Kubu Raya Nomor 451/1155/KESRA terkait Penegasan Pemberlakukan PPKM Mikro di kabupaten ini salah satunya membatasi jam operasional hingga pukul 21.00 WIB untuk pusat perbelanjaan, seperti mal termasuk restoran, rumah makan, warung kopi, kafe, dan sejenisnya.

“Selain membatasi jam operasional pusat perbelanjaan dan keramaian lainnya hingga pukul 21.00 WIB, kami juga mengingatkan seluruh aktivitas di semua tempat keramaian tersebut harus tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan tanpa terkecuali,” jelasnya.

Adriansyah menambahkan, sesuai dengan syarat edaran terkait penegasan PPKM mikro, jika lokasi pusat keramaian seperti kafe, warung kopi, restoran, dan sejenisnya masuk dalam zona merah, maka dilarang untuk membuka tempat usahanya hingga lokasi tempat usaha tersebut masuk dalam zona kuning atau hijau.

“Alhamdulillah dari beberapa titik tempat usaha yang kami kunjungi seperti di sekitar Kuala Dua, Sungai Raya Dalam, Adisucipto, dan Desa Kapur semua pelaku usahanya bersedia menandatangi kesepakatan untuk mendukung dan menerapkan PPKM mikro di sekitar tempat usaha masing-masing. Tentunya kami berharap dengan adanya kerjasama yang baik antara pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat dalm upaya penangan dan pencegahan Covid-19 isa terus mengurangi kasus konfirmasi Covid-19 khususnya di Kubu Raya dan upaya penanganan Covid-19 bisa kian maksimal dilakukan,” pungkasnya.

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro secara ketat mulai 10 Juni.
Seperti diketahui beberapa waktu belakangan terjadi peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya. Adanya penerapan PPKM mikro ini, menurut dia, bertujuan sebagai upaya mengoptimalkan penanganan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di kabupaten ini.

“Beberapa waktu terakhir memang ada lonjakan kasus konfirmasi Covid-19, dan sangat cepat sekali penyebarannya. Makanya kita lakukan antisipasi dengan mengintensifkan lagi langkah-langkah percepatan penanganan salah satunya melalui kembali menerapkan PPKM mikro ini,” kata Muda.

Dengan diterapkannya PPKM mikro secara ketat ini, kata Muda, maka sementara waktu, jam operasional bagi pusat perbelanjaan seperti mal, termasuk retoran, kafe, warung kopi, serta tempat hiburan juga akan dibatasi hinggal pukul 21.00 WIB.

“Karena ini untuk kebaikan kita bersama dan upaya untuk saling melindungi saya harap masyarakat dan pelaku usaha bisa memahami aturan yang telah dibuat ini. Jangan sampai kita lalai, sehingga akhirnya timbul kembali banyak korban sampai merenggut nyawa akibat konfirmasi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Bupati mengungkapkan pemberlakuan pembatas aktivitas yang secara resmi berlaku ini, sebelumnya telah disosialiasikan kepada pelaku-pelaku usaha, terlebih didaerah-daerah padat penduduk di Kubu Raya. Pada sosialiasi itu juga, para pelaku usaha dipastikan dia, telah menandatangani kesepakatan atas pemberlakuan pembatasan tersebut.

“Kami bukan melarang orang usaha, namun ketika sudah di atas terlalu malam, ngembun di luar itu juga berpengaruh pada imunitas tubuh kita. Terlebih banyak kasus terpapar itu karena imunitas yang sedang drop. Makanya kami coba membuat masyarakat lebih disiplin untuk menjaga imunitas tubuh masing-masing memberlakukan PPKM mikro secara ketat ini,” ungkapnya.

Disinggung mengenai berapa lama penerapan PPKM mikro diberlakuan, kata Muda, pemberlakukan PPKM mikro akan terus diterapkan dengan batas waktu yang belum ditentukan. “Pemberlakuan PPMK mikro secara ketat ini akan terus diterapkan, semabri kita melihat perkembangannya di lapangan,” pungkasnya. (ash)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!