Kubu Raya Masuk Zona Orange

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson.

Kalbar Tambah Tujuh Kasus Positif Covid-19

PONTIANAK – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat kabar kurang baik mengenai perkembangan kasus Covid-19, Kamis (6/8). Di mana ada tujuh tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 baru dan ada satu daerah yang masuk zona risiko penularan sedang atau orange.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan, tujuh tambahan kasus Covid-19 terdiri dari tiga warga Kabupaten Kubu Raya, dua warga Kabupaten Sambas dan satu warga Kabupaten Ketapang. Sementara satu lagi adalah Is (42 tahun) yang merupakan warga Jombang, Jawa Timur namun tercatat sebagai tambahan kasus di Kalbar.

Mengenai kluster menurut Harisson tidak ada yang berkaitan dari ketujuh kasus baru ini. Seperti tiga warga di Kabupaten Kubu Raya merupakan kasus perorangan yang berbeda-beda. Termasuk empat kasus lainnya. Dengan adanya tambahan kasus ini, data Covid-19 Kalbar per Kamis (6/8) totalnya menjadi 394 kasus konfirmasi. Sebanyak 371 diantaraya (94,16 persen) telah dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Selain itu, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu itu juga mengumumkan perkembangan kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar. Setelah cukup lama tidak ada daerah yang berada di zona orange atau risiko sedang, Kabupaten Kubu Raya menjadi satu-satunya daerah yang masuk di zona tersebut.

Ini terjadi kemungkinan disebabkan banyak tambahan kasus Covid-19 di daerah tersebut. Meski diketahui kasus-kasus baru di Kubu Raya banyak disumbangkan oleh warga luar daerah, seperti 16 pekerja bangunan di Bumi Raya City Mall yang sudah sembuh baru-baru ini.

Sementara itu, di Kalbar ada tiga daerah yang masuk zona kuning atau risiko rendah. Yakni Kabupaten Sanggau, Kota Pontianak dan Kabupaten Ketapang. Sementara 10 daerah lainnya masuk zona hijau atau tingkat risiko tidak ada kasus.

Terpisah menanggapi hal ini, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengaku sudah mewanti-wanti Kabupaten Kubu Raya agar melakukan penanganan dengan baik. Jangan beranggapan jika warga luar daerah yang kedapatan positif Covid-19 tidak mempengaruhi daerah tempatnya berada. Karena tercatat di Kubu Raya maka itu yang menjadi dasar pemerintah pusat menetapkan status zona risiko. Sehingga saat ini Kabupaten Kubu Raya menjadi satu-satunya daerah di Kalbar yang berstatus zona orange. “Kalau tidak zona hijau akibatnya aktivitas terbatas. Orang yang datang pun terbatas sehingga ekonomi mandek,” katanya.

Orang nomor satu di Kalbar itu juga mengingatkan daerah yang berada di zona hijau tetap waspada dan hati-hati. Selain menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, daerah tersebut juga harus tetap melakukan penjaringan massal melalui swab maupun rapid test.

“Jangan pernah berhenti (tes), kalau berhenti bisa banyak keterjangkitannya. Kita tidak tahu OTG sebetulnya lebih bahaya daripada yang jelas bergejala. Kalau bergejala bisa dirawat di rumah sakit, kalau OTG, kalau tidak di-swab atau rapid, kita tidak tahu sudah ada virus atau tidak. Ini yang harus hati-hati,” pungkasnya.(bar)

loading...