Kucilkan Warga Tanpa Masker

Sosialisasi penggunaan masker. foto Antara
  • Kalbar Tambah 11 Kasus Positif Covid-19
  • Sekolah Seminari Jadi Kluster Baru di Sintang

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengajak semua pihak untuk mulai mengucilkan warga yang tidak menggunakan masker. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan Covid-19 yang kian mengkhawatirkan. Di Provinsi Kalbar, kasus Covid-19 juga masih terus bertambah.

Selain masker, Harisson juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan lain seperti rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. ” Kita harus terus menegakkan dan menerapkan protokol kesehatan. Jauhi orang yang tidak pakai masker. Mari kucilkan orang yang tidak memakai masker. Mulai sekarang, jauhi orang yang tidak memakai masker kalau tidak ingin tertular dari Covid-19,” katanya, Sabtu (12/9).

Ia menyebutkan, sampai sekarang belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk melawan Covid-19 dan pemakaian masker merupakan salah satu cara untuk menghindari penularan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru tersebut.

Dalam kesempatan ini, Harisson juga mengumumkan penambahan kasus baru konfirmasi (positif) Covid-19 sebanyak 11 orang. Sebanyak lima orang merupakan warga Kabupaten Sintang, empat warga Kota Pontianak, satu warga Kota Singkawang dan satu warga luar wilayah Kalbar.

Selain tambahan kasus positif, ada juga pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak dua orang. Satu di antaranya warga Kota Pontianak dan satu lainnya warga Kabupaten Kapuas Hulu. “Jadi semalam itu hasil pemeriksaan Lab Untan memeriksa sebanyak 514 sampel. Hasil positif sebanyak 11 orang, konfirmasi sembuh dua orang, hasil negatif 486 orang dan running ulang itu ada 15 orang,” terangnya, Sabtu (12/9).

Untuk penambahan lima kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sintang, Harisson menjelaskan merupakan pelajar sekolah seminari di kabupaten tersebut. Kelima pelajar ini mengalami gejala batuk pilek dan salah satunya mengalami kehilangan penciuman. “Nah, dokternya merasa curiga lalu diperiksa di Lab Mobile PCR yang dimiliki Pemkab Sintang dan juga dikonfirmasi di TCM RS Sintang. Hasilnya kasus konfirmasi Covid-19,” paparnya.

Para pelajar di sekolah Seminari ini memang tinggal di asrama yang sebelumnya pernah dites oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang. Pelaksanaan tes dilakukan sebelum mereka masuk pada bulan Agustus lalu. Hasilnya saat itu seluruh pelajar sebanyak 98 orang dinyatakan negatif Covid-19. Seiring perjalanan waktu, belakangan ada lima orang yang ditemukan positif Covid-19.

“Mereka diduga terpapar dari orang luar asrama yang datang berkunjung ke sana atau mereka ini ada yang keluar (asrama), kontak dengan orang di luar dan tertular,” jelasnya.

Untuk kluster ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang akan segera melakukan tes dan penelusuran kontak terhadap lima orang yang positif dan melakukan tes usap kepada seluruh pelajar serta tenaga pengajar di sana.

 

Sanksi Tegas Menanti

 

Sementara itu, kampanye penerapan protokol kesehatan juga gencar dilaksanakan Pemerintah Kota Singkawang.   Pemkot bakal mengenakan sanksi terhadap warga yang terbukti melanggar.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie pada Sabtu (12/9) mengatakan bahwa aturan mengenai pengenaan sanksi pada pelanggar protokol kesehatan tertuang dalam Peraturan Wali Kota Singkawang Nomor 49 tahun 2020.

Menurut peraturan itu, perorangan yang melanggar protokol kesehatan akan diberi teguran lisan atau tertulis atau ditugasi melakukan kerja sosial selama 30 menit dan dikarantina sampai hasil pemeriksaan Covid-19 mereka keluar.

Sementara aparatur sipil negara yang terbukti melanggar protokol kesehatan selama bekerja tidak akan mendapat tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama satu bulan.

“Sanksi tersebut juga akan berlaku kepada TNI-Polri, namun sanksinya akan diserahkan kepada pimpinannya masing-masing untuk penindakan,” katanya.

Sanksi juga dikenakan kepada pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan. Sanksi bagi pelaku usaha berupa teguran lisan atau tertulis, pembubaran kegiatan, penghentian/penutupan sementara kegiatan usaha, pencabutan izin usaha, dan denda Rp1 juta.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Singkawang Barita P Ompusunggu mengatakan pengenaan sanksi ditujukan untuk meningkatkan disiplin warga menjalankan protokol kesehatan.”Saat ini masih banyak masyarakat yang abai menjalankan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.(bar/ant)

error: Content is protected !!