Kumpulkan 139 Kantong Jenazah

BAGUS PURUHITO

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito menyampaikan, hingga hari keempat proses evakuasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 berhasil mengumpulkan 139 kantong jenazah. Dia menyatakan, terdapat penambahan 65 kantong jenazah dalam pencarian di perairan Kepulauan Seribu.

“Dari Basarnas Special Group (BSG) dengan penyelamnya dan penyelam di bawah binaannya, Basarnas beserta dari potensi Polri, hari ini kita mendapatkan 65 kantong jenazah. Total menjadi 139 kantong jenazah yang sudah kita temukan,” kata Bagus di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1).

Bagus menyampaikan, 139 kantong jenazah itu berisi bagian tubuh korban, baik awak maupun penumpang pesawat yang nantinya akan ditelaah oleh tim DVI Polri. Selain itu, tim SAR juga kembali mengumpulkan puing-puing pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut.

“Hari ini kita menemukan 10 kantong, berisi serpihan puing pesawat, yang tadinya 16, sehingga total menjadi 26,” ujar Bagus.

Bagus menegaskan, proses evakuasi pada hari kelima yang pada Rabu (13/1) besok, masih memfokuskan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182. “Untuk rencana besok, kita masih fokuskan pada pencarian dan evakuasi korban, yang dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh unsur SAR di bawah koordinasi Basarnas,” beber Bagus.

Bagus juga menekankan terkait pencarian black box cockpit voice recorder (CVR). Terlebih pada Selasa (12/1) hari ini, flight data recorder (FDR) telah berhasil ditemukan.

“Tentunya terkait CVR, kami berkoordinasi, mendukung tugas dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” tandas Bagus.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. (jp)

error: Content is protected !!