Kunjungi Litbang, Minta Difasilitasi HAKI

FOTO BERSAMA : Anton foto bersama Kepala Balitbang Kalbar Ansfridus saat mendatangi Kantor Balitbang Kalbar, Jumat (28/2). BALITBANG KALBAR

Anton Temukan Teknik Akupuntur Pohon Avokad

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kedatangan tamu dalam rangka permohonan fasilitasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Jumat (28/2) lalu. Permohonan yang diminta terkait teknik akupuntur pada pohon avokad oleh Anton yang diterima Kepala Balitbang Kalbar Ansfridus.

“Saya sengaja mendatangi Balitbang Kalbar di Pontianak ini, untuk  meminta dukungan dan fasilitasi pengajuan HAKI. Dan berharap agar teknik akupuntur atau tusuk jarum pada pohon avokad yang saya temukan ini bisa ini bisa menjadi solusi pengembangan bibit avokad secara massal dan berguna bagi petani di seluruh Indonesia bahkan mancanegara, ” ujar Anton.

Kedatangan Anton ke Kantor Balitbang membawa sebuah pohon avokad yang sudah dalam posisi tusuk jarum dan tumbuh dengan baik serta sempurna. Dijelaskannya, dalam perbanyakan bibit avokad biasanya petani menggunakan batang bawah yang relatif lebih tua umurnya.

Biasanya batang bawah sudah berwarna hijau dan daun sempurna. Anton mencoba melakukan perbanyakan bibit avokad pada stadia umur bibit yang muda sekali. “Batang bawah masih berwarna merah dan daun belum terbentuk sempurna. Penyambungan pada fase ini beresiko sulit dalam pengerjaan karena jaringan masih lunak dan licin. Tetapi pada fase ini angka jadi bibit lebih tinggi,” katanya.

Untuk itu ia melakukan uji coba penyambungan avokad pada batang bawah berumur muda dengan menggunakan jarum pentul sebagai pengganti plastik pengikat. “Makanya teknik ini kami sebut teknik akupuntur, meminjam istilah “acufuntur” pada pengobatan tusuk jarum,” jelasnya. Teknik akupuntur ini memiliki keunggulan hemat dalam penggunaan bahan entries atau pucuk tanaman. Dengan teknik biasa satu entries hanya untuk satu sampai dua tanaman, tapi dengan teknik ini bisa menghasilkan lima sampai eanm tanaman. Selain itu teknik ini lebih menghemat waktu dan pengerjaan yang mudah. “Keunggulan lain bibit akan lebih cepat tumbuh dan solusi untuk percepatan pengembangan bibit avokad secara komersial,” lanjutnya.

Sebagai mana diketahui teknik akupuntur sudah dimuat di beberapa media massa nasional. Seperti sinar tani online dan majalah trubus. Beberapa hobbis atau penangkar sudah mempraktikkannya. “Malah dari Malaysia sudah melaporkan keberhasilan dan kemudahan pengembangan teknik ini,” tegasnya.

Ia pun berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar yang sudah mendukung dan memperhatikan inovasi serta pengembangan hortikultura di Kalbar. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sutarmidji juga kepada Balitbang Kalbar yang memfasilitasi kegiatan ini. Semoga semakin banyak karya yang bermanfaat dilahirkan di bumi Kalbar,” tutupnya.

Sementara Kepala Balitbang Kalbar Ansfridus mengatakan, menyambut baik kedatangan Anton tersebut dan pihaknya siap memfasilitasi untuk pengajuan HAKI. “Dengan pengajuan HAKI ini, dapat memotivasi teman-teman petani dan pelaku agribisnis hortikultura dan pertanian umumnya, untuk selalu berkreasi berinovasi dan segera tanpa takut mematenkan hasil karyanya,” katanya singkat.(bar/r)

error: Content is protected !!