La Dea Kecolongan Juga, Sportiello Pemain Serie A ke-16

BERGAMO,– Valencia telah menyatakan kalau 35 persen skuadnya terpapar Covid-19. Dua pemainnya, Ezequiel Garay dan Eliaquim Mangala, dinyatakan positif. Di sisi lain, Atalanta sebagai klub lawan terakhir yang dihadapi Los Ches, julukan Valencia, aman-aman saja.

Baru kemarin WIB (25/3), kabar itu datang juga. Ya, Marco Sportiello jadi pemain Atalanta pertama yang dinyatakan positif terpapar korona. Sportiello jadi pemain ke-16 di Serie A yang tertular virus tersebut. ’’Otoritas kesehatan Bergamo mengomunikasikan ke klub hari ini (kemarin). Meski, Marco sama sekali tak menunjukkan gejala apapun,’’ tulis Atalanta, dalam keterangan resminya.

Sama seperti kasus Paulo Dybala di Juventus yang dinyatakan positif korona pada saat menjelang berakhirnya masa karantina, Sportiello pun begitu. Ketika dia dinyatakan positif, dia sedang menjalani isolasi di rumahnya. ’’Sebenarnya baru akan berakhir pada 27 Maret 2020,’’ lanjut Atalanta.

Kabar itu tentunya makin menguatkan kesimpulan beberapa pihak terkait dari laga La Dea, julukan Atalanta, kontra Valencia di Babak 16 Besar Liga Champions. Terutama pada first leg di Giuseppe Meazza, Milan, 19 Februari lalu. Seperti kesimpulan yang telah diungkap Profesor Fabiano Di Marco dari University of Milan.

Di Marco mengibaratkan laga itu sebagai bom biologis dalam penyebaran korona di Lombardia. ’’Ada 40 ribu warga Bergamo yang datang ke stadion menyaksikan laga di Giuseppe Meazza. Mereka datang dengan bus, mobil dan kereta. Sayangnya, itu jadi bom biologisnya,’’ tuturnya, dilansir La Gazzetta dello Sport.

Padahal yang datang dalam laga itu bukan hanya fans Atalanta. Fans Valencia pun juga ikut berkumpul di Milan sekitar 5 ribuan orang. Ada indikasi, di antara puluhan ribu fans Atalanta itu ada yang terpapar korona dan menulari fans lainnya. Termasuk ke fans Valencia dan tak menutup kemungkinan pemain dan ofisial di lapangan.

Il capitano Atalanta, Papu Gomez, membenarkannya. Seperti dilansir laman Tutto Atalanta, Gomez semula tak mengira jika wabah yang ketika itu mulai melanda kawasan Lombardia tersebut akan seperti sekarang. ’’Banyak misinformasi. Kami pikir, itu hanya flu biasa,’’ ungkapnya.

Makanya, dia tak merasa aneh jika laga itu digelar seperti biasa. Tak ada protokol pencegahan seperti yang dilakukan setelah pandemi korona membabi buta di Eropa. ’’Di Valencia (second leg, 11/3) semuanya juga berjalan santai. Tak ada pengecekan apa-apa di sana (Mestalla, Red),’’ tambah Gomez.

Dia tak menyangka jika akhirnya bisa separah ini. ’’Aku tak membayangkan kalau aku sudah berada dalam laga terburuk, main di tengah-tengah virus ini. Sejak itu satu per satu orang jatuh karena korona, kami menunggu satu di antara kami menunjukkan gejala-gejala itu,’’ sesalnya.

Dan, ternyata Sportiello-lah orang yang “ditunggu-tunggu” itu. Kebetulan, pada second leg di Mestalla itu,  portiere 27 tahun tersebut yang berdiri di bawah mistar Atalanta. ’’Kami harap dia segera melewati masa-masa sulit, begitu pula kami semua saat ini,’’ harap attaccante Atalanta, Josip Ilicic, dilansir laman Corriere dello Sport. (ren)

Read Previous

Satu Rumah dan Motor Terbakar di Jalan Cendana

Read Next

Gerak Cepat PT. WHW Tangani Corona di Kalbar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *