Lahan Bekas PETI yang Terabaikan

BEKAS PETI: Sisa paralon yang dipakai untuk menambang emas pada lahan bekas PETI yang ada di Desa Nanga Tempunak, Kecamatan Tempunak. FIRDAUS DARKATNI/PONTIANAK POST

Danau Padong (Danau Tempunak) di Desa Nanga Tempunak

Danau Padong atau Danau Tempunak di Desa Nanga Tempunak, Kecamatan Tempunak, merupakan danau yang dilindungi dengan Perda Kabupaten Sintang No. 20 Tahun 2015. Ada sepuluh danau yang sebutkan didalam Perda tersebut. Danau Padong salah satunya.

FIRDAUS DARKATNI, NANGA TEMPUNAK

BERSAMA dengan Sekdes Nanga Tempunak, Pontianak Post berkesempatan mendatangi lokasi tersebut. Dengan mengendarai sepeda motor menuju lokasi. Lahan eks tambang PETI pun dilewati sepanjang jalan menuju danau.
“Luas bekas tambang PETI ini, jalan jadi berpasir penuh dengan batu kerikil. Harus hati-hati bermotor,” ujar Juna, Sekdes Nanga Tempunak saat mengendarai sepeda motor.

Luas bekas tambang PETI yang tak lagi beroperasional ini cukup menyisakan lahan menjadi berpasir. Tak ada pohon besar yang tumbuh di lokasi ini, selain pakis yang merambat tak merata. Hanya gundukan pasir yang terbentang, sisa dari lahan bekas PETI yang terhampar sepanjang jalan ke Danau Padong.

Kepala Desa, Zulkarnain pun bercerita kepada Pontianak Post mengenai lahan eks PETI yang ditinggalkan. Ia menuturkan, lahan bekas PETI itu secara masif dikerjakan sejak 1980 hingga tahun 2000-an. Kini, keadaannya seperti gurun berpasir bercampur kerikil.

“Bekas eks PETI ini juga bingung kita mau diapakan, soalnya ditanam juga tidak bisa. Yah kita biarkan saja dalam kondisi ini, yang menambang juga udah pada lari ke mana, tidak ada di lokasi lagi,” ungkap Zulkarnain.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Sintang, Yudha Prawiyanto menjelaskan bahwa perlu ada rehabilitasi lahan di sekitar danau dengan melakukan penanaman kembali jenis tanaman endemik setempat pada lahan kritis bekas PETI.

“Untuk saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Sintang belum melakukan pemetaan lahan kritis tersebut, karena keterbatasan anggaran. Tapi DLH akan melakukan kolaborasi dengan WWF Indonesia untuk mencoba melakukan pemetaan,” jelas Yudha Prawiyanto kemarin.

Yudha juga menambahkan untuk melakukan rehabilitasi lahan bekas PETI tak mudah. Mengingat kondisi lahan yang tak subur lagi. Sehingga perlu penanganan khusus untuk melakukan rehabilitasi lahan di area bekas PETI. “Kondisi lahan bekas PETI dipastikan tak subur lagi, makanya rehabilitasi lahannya di Desa Nanga Tempunak perlu penanganan khusus,” tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa rehabilitasi lahan bekas PETI perlu tahap identifikasi yang detail. Karena lahan bekas PETI sudah begitu gersang. “Rehabilitasi lahan bekas PETI yang ada di dekat Danau Padong tentunya diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan yang ada di sekitaran danau. Tentunya ini akan dilakukan secara bertahap,” imbuhnya. (*)

Read Previous

Permohonan Amnesti Disetujui DPR, Tangis Haru Nuril Pecah

Read Next

Polres Gelar Simulasi Terpadu Tanggulangi Karhutla

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *