Segera Jelaskan Status Hukumnya Seperti Apa
LAKI Minta Polda Tuntaskan Kasus Gedung BPPTD di Mempawah

PONTIANAK – Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) di Kabupaten Mempawah yang saat ini masuk tahap penyidikan.

“Pastianya siapapun terlibat dalam sengkarut proyek tersebut membutuhkan kepastian hukum terhadap penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung BPPTD Kabupaten Mempawah yang kini ditangani Polda Kalbar,” kata Burhanudin Abdullah,
Ketua Umum LAKI di Pontianak.

Menurutnya, perkara dugaan pidana korupsi pembangunan Gedung BPPTD di Kabupaten Mempawah sudah menjadi perhatian publik. Bahkan penanganannya sudah sangat lama. Makanyah diperlukan kejelasan status hukumnya.

“Prestasi Penyidik Polda Kalbar dalam menangani perkara pidana dugaan korupsi ini sudah mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat Kalbar. Sehingga belum jelasnya proses penanganan kasus korupsi akan menjadi prasangka buruk masyarakat terhadap kinerja kkepolisian,” ucapnya.

Penyidik Polda Kalbar dalam mengungkap perkara dugaan tindak pidana korupsi BPPTD di Mempawah ini telah memiliki kemampuan dan keberanian. Seperti melakukan penyegelan dan penggeledahan terhadap Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan Provinsi Kalimantan Barat yang selama ini belum pernah terjadi.

“Prestasi Penyidik Polda Kalbar dalam penanganan kasus-kasus dugaan korupsi tidak sia-sia. Akan menjadi motivator dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi demi pembangunan Indonesia Hebat. Ini juga agar perkara dugaan tindak pidana korupsi di Mempawah memperoleh kejelasan status hukumnya,” katanya.

Burhanudin menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 6 tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana tahap penyelidikan merupakan tahapan pengumpulan barang bukti, berdasarkan pasal 5. Sementara perkara ini sudah masuk tahap penyidikan sprindik sesuai pasal 10 huruf e.

Kemungkinan hambatan atau kendala penyidik belum menetapkan tersangka dikarenakan belum jelas berapa besar kerugiaan negara.
Makanya, sambung dia, penyidik Polda Kalimantan Barat menyampaikan permohonan Perhitungan Kerugian negara kepada BPK RI Pusat di Jakarta.

Nah, dugaan perkara tindak pidana korupsi BPPTD di Mempawah juga bakalan menjadi motivator bagi pemerintah, penegak hukum dan masyarakat dalam memberantas dan mencegah korupsi sesuai dengan amanah konstitusi.

“Barometer keberhasilan penegak hukum dalam memberantas korupsi apabila perkara korupsi jelas status hukumnya tanpa pengaruh intervensi dari pihak manapun juga,” ujarnya.

Burhanudin menyebutkan LAKI siap mendukung program pemerintah dalam pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari bersih dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

“Kami siap mendukung Polda Kalbar dalam menuntaskan dan memperjelas status hukum perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan BPPTD, milik Kementerian Perhubungan di Kabupaten Mempawah yang ditangani Polda Kalbar, yang sudah tahap sprindik dan telah terbit SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ) ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. ( Perkap Nomor : 06 tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana),” jelasnya.

Sebagai bahan informasi, kata Burhanudin, bahwa Ormas LAKI telah menyampaikan surat dukungan ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI Pusat di Jakarta untuk segera menyampaikan hasil audit investigasi kepada penyidik Polda Kalimantan Barat yang merupakan hambatan dalam menuntaskan Perkara ini.

“Bilamana hasil audit dari BPK RI Pusat menyatakan adanya besaran kerugian negara, maka pihak penyidik Polda Kalimantan Barat tidak ada alasan lain lagi untuk menetapkan tersangka, dan apabila tidak adanya kerugiaan negara, maka penyidik Polda Kalbar harus berani mengeluarkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) agar masyarakat mengetahuinya. Agar perkara ini status hukumnya jelas,” pungkasnya. (den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!