Lakoni Pekerjaan Penuh Tantangan

Bekerja di sektor pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan Barat (Kalbar), bukan hal yang baru bagi Purwati. Puluhan tahun ia menekuni pekerjaan di sektor itu, hingga mengetahui seluk beluknya. Kini ia dipercaya memimpin Gapki Kalbar, organisasi para perusahaan kelapa sawit.

Oleh : Siti Sulbiyah

Tak mudah mengemban tugas sebagai Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar. Sebab, kelapa sawit menjadi sektor perkebunan paling besar di provinsi ini, baik itu luasan kebunnya, sampai dengan jumlah penyerapan tenaga kerja. Karena itu pula, pandangan mata kerap tertuju pada perusahaan yang bergerak di sektor ini. Terutama jika ada kasus, salah satunya soal kebakaran lahan sawit.

“Kita benar-benar harus menjaga. Kalau sudah kemarau, rasanya takut. Kita sudah menjaga sesuai aturan, tapi kita juga tidak mengerti kondisinya akan seperti apa,” tutur Purwati.

Tugas terberat lainnya, yakni menghimpun seluruh perusahaan sawit yang ada di provinsi ini. Ada sekitar 300an perusahaan sawit, tetapi saat ini hanya 67 perusahaan yang tergabung di Gapki Kalbar. Dia menilai perlu pendekatan yang lebih optimal agar seluruh perusahaan sawit bergabung dalam organisasi tersebut.

“Syukurnya saat ini sudah dapat imbauan dari gubernur, serta imbauan bupati, agar perusahaan bergabung sebagai anggota Gapki,” tutur dia.

Wanita 56 tahun ini merupakan wanita pertama yang memimpin Gapki Kalbar. Ia juga satu-satunya Ketua Gapki daerah dari kalangan perempuan, sementara Gapki daerah lainnya dipimpin oleh laki-laki. Baginya, tidak ada masalah jika perempuan memimpin organisasi ini. Perempuan dan laki-laki menurutnya punya kesempatan yang sama untuk dipercaya pada posisi sebagai pemimpin.

Menurutnya, amanah sebagai Ketua Gapki Kalbar tidaklah ringan. Purwati sendiri sebenarnya tidak pernah menduga akan dipercaya berada di posisi ini. Namun, ia menganggap kepercayaan ini sebagai amanah yang harus dijalankan dengan maksimal.

“Gak kebayang (berada di posisi ini). Pokoknya saya menjalani saja tugas saya apa, kerja ikhlas dan tanggung jawab,” tutur dia.

Ibu tiga anak ini, berkecimpung di perusahaan sawit sejak tahun 1995, ditempatkan di bidang GA dan HRD (General Affair dan Human Resource Development) di perusahaan PT Kalimantan Sawit Kusuma. Kariernya berlanjut sebagai Koordinator Umum PT Mitra Saudara Lestari, perusahaan sawit yang masih dalam satu grup dengan perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya. Ia kembali lagi ke perusahaan pertama dan menjabat sebagai Direktur Perizinan, sejak tahun 2008 yang lalu hingga kini.

Tetapi jauh sebelum itu, ia telah bekerja di perusahaan logging sejak tahun 1987 di PT Fajar Kita Kusuma. Di sana ia menjabat sebagai Manajer Operasional.

“Kegiatannya rajin turun ke lapangan. Namun pada tahun 90an bisnis kayu mulai kurang bergairah, jadi bos mulai mengalihkan bisnis ke sawit,” tutur dia.

Purwati mengungkapkan bekerja di sektor pengelolaan sumber daya alam sangat menantang. Dirinya kerap terjun ke lapangan, baik sejak bekerja di perusahaan logging maupun pada saat di perusahaan sawit. Berbagai daerah di Kalbar pernah ia sambangi. Medan yang berat juga pernah ia lalui, mulai dari jalur darat hingga jalur air.

Pengalaman yang didapatkan itu membuatnya mengetahui seluk-beluk dunia sawit, terutama terkait administrasi dan legalitas. Pengalaman dan pengetahuannya ini pula yang barangkali membawanya berada pada posisi Ketua Gapki Kalbar. Dengan wadah ini, ia pun berkomitmen untuk membantu sesama perusahaan sawit.

“Pada intinya ketika memimpin itu, bagaimana nanti bisa menjalankan organisasi ini dengan baik,” pungkasnya. **

loading...