Landak Tunda Sekolah Tatap Muka, Karolin: Keselamatan Anak Yang Utama

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa memastikan tidak ada kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama semester genap tahun ajaran 2020-2021 atau paling tidak selama tiga bulan ke depan.

“Mohon maaf saya belum berani untuk buka sekolah. Mohon anak-anak kita dilatih untuk bisa menjalankan protokol kesehatan. Saya masih takut untuk buka sekolah, kita lihat perkembangan dalam dua sampai tiga bulan ke depan,” kata Karolin kepada wartawan, Selasa (5/11).

Ia mengatakan, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang tidak ideal untuk dijalankan di wilayah itu. Namun, pihaknya terus melakukan evaluasi sebenarnya secara berkala.

“Banyak sekali kendala di lapangan, baik dari sisi SDM, sisi geografis, sarana prasarana sangat tidak ideal. Sedih juga tapi inilah terbaik yang bisa kita lakukan,” jelas Karolin.

Dia menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang lebih efektif menurutnya adalah secara luring. Penerapan metode pembelajaran luring ini dimana secara berkala siswa maupun perwakilan siswa datang ke sekolah sesuai jadwal yang ditentukan untuk mengambil dan menyerah tugas yang diberikan oleh guru.

“Jadi setiap minggu diberikan tugas, kemudian nanti orang tua atau kadang-kadang perwakilan dari dusun datang ke sekolah untuk mengambil tugas kemudian mengumpulkan tugas yang lama. Ini yang kami lihat paling efektif dan tidak terlalu memberatkan bagi siswa. Biasanya tiap hati ada jadwalnya, jadi tidak langsung sekaligus mengambil tugas,” katanya.

Karolin mengatakan bahwa dalam suasana pandemi Covid-19 ini, pemerintah selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar. “Keselamatan yang utama ya, sesuai dengan situasi sekarang, dan diberlakukannya undang-undang kesehatan darurat sehingga ktia tetap mengutamakan kesehatan,” katanya.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!