Langkah Bersama Tangani Karhutla

/// Ventie Bernard Musak///

AKADEMISI, tokoh masyarakat, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dan Forkopimda menyampaikan pendapat dalam Focus Group Discussion (FGD) perihal penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang yang diadakan oleh Polres Sintang bersama Fakultas Hukum Universitas Kapuas Sintang. Pertemuan tersebut diharapkan melahirkan kesepakatan mengenai cara terbaik dalam menghadapi bencana musiman ini, Selasa (23/3).

Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan, kegiatan FGD tersebut dilaksanakan dalam rangka keberlanjutan dan perbaikan penanganan pencegahan karhutla di Kabupaten Sintang. FGD ini memfokuskan pembahasan pada upaya pencegahan dan penegakan hukum dalam penanganan karhutla di Kabupaten Sintang dari aspek hukum dan kearifan lokal. “Seperti yang kita ketahui bersama dengan adanya pembukaan lahan berdasarkan kearifan lokal, hal ini mesti benar-benar kita pahami bersama supaya nantinya tidak ada miskomunikasi. Maka dari itu dengan adanya masing-masing perwakilan dari tiap-tiap elemen masyarakat kita bisa mencari kesimpulan yang tepat nantinya,” ujar Ventie.

Para peserta dalam FGD tersebut pun menyampaikan keluhan dan pendapat. Dengan adanya kegiatan FGD ini, diharapkan partisipasi dan dukungan dari semua stakeholder maupun instansi terkait untuk mendukung penanganan karhutla di Kabupaten Sintang.

Rangkuman hasil FGD akan dijadikan rekomendasi bersama demi penanganan Karhutla yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sintang. Dirinya berharap dengan adanya kegiatan FGD ini dapat menyamakan pendapat dari masing-masing pihak sehingga nantinya akan tercipta suatu langkah yang tepat bagaimana dalam penanganan maupun mengantisipasi Karhutla. (ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!