Laporan Kim Jong Un Meninggal Sempat Beredar di Media Tiongkok

Kim Jong Un. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Di tengah pandemi Covid-19, kabar Pimpinan Korea Utara, Kim Jong Un, meninggal ramai dibicarakan. Namun benarkah demikian?

Kabar meninggalkan Kim Jong Un sempat tersiar dalam laporan media Tiongkok. Namun, kebenarannya hingga kini masih dipertanyakan sebelum adanya pengumuman yang dikeluarkan pemerintah Korea Utara.

Kim Jong Un sendiri sebelumnya dikabarkan dalam keadaan kritis setelah menjalani operasi jantung. Dilansir dari Express.co.uk, Minggu (26/4), media Tiongkok melaporkan diktator berusia 36 tahun itu telah meninggal.

Wakil direktur Televisi Satelit HKSTV Hongkong Shijian Xingzou mengatakan bahwa ‘sumber yang sangat kuat’ telah memberitahunya bahwa Kim Jong Un sudah tiada. Sumber lebih lanjut melaporkan bahwa tim medis Tiongkok telah dikirim ke ibukota Korea Utara Pyongyang.

Seorang dokter Tiongkok yang diyakini sebagai bagian dari tim yang dikirim untuk merawat Kim Jong Un menjelaskan, penundaan dalam prosedur jantung yang sederhana telah membuat pemimpinnya sakit parah. Rincian spesifik lebih lanjut tidak diketahui. Sebelumnya, seorang wartawan mingguan Jepang bernama Shukan Gendai mengklaim diktator Korea Utara dalam keadaan komplikasi usai operasi jantung.

Laporan kematian Kim memicu kekhawatiran kerusuhan sipil besar-besaran di Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir. Delegasi Tiongkok meninggalkan Beijing ke Korea Utara pada hari Kamis (23/4) seperti laporan Reuters. Tapi Beijing sejauh ini menolak berkomentar.

Alhasil spekulasi pun menyebar bahwa pemimpin Korea Utara itu dalam keadaan sakit setelah menjalani operasi jantung pada 12 April. Para pejabat pemerintah Korea Selatan dan seorang pejabat Tiongkok dan laporan intelejen juga menyatakan bahwa Kim berada dalam bahaya besar setelah operasi.

Menanggapi laporan intelejen AS terkait kondisi Kim, Presiden AS Donald Trump berharap laporan itu salah. “Saya pikir laporan itu salah,” tegas Trump.

Spekulasi lain pada hari Jumat (24/4) mengatakan, sebuah sumber Korea Selatan mengatakan Kim masih hidup dan kemungkinan akan segera muncul. Korea Utara adalah salah satu negara yang paling paling tertutup di dunia dan kesehatan para pemimpinnya diperlakukan sebagai masalah keamanan negara.

Media pemerintah terakhir melaporkan keberadaan Kim ketika dia memimpin pertemuan pada 11 April. Bahkan Kim tak hadir pada acara penting yang menandai hari ulang tahun kakeknya, Kim Il Sung, pada 15 April.

Ancaman Krisis Usai Kim Meninggal

Di tengah laporan bahwa kesehatan Kim mungkin memburuk ada kekhawatiran tentang efek domino yang mungkin dimiliki oleh kematian diktator Korea Utara. Menurut seorang pejabat Korea Selatan, kurangnya ahli waris yang ditunjuk bisa membuat negara itu dalam kekacauan.

Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan perang saudara. Krisis pengungsi yang besar juga sangat mungkin terjadi. Militer Korea Utara juga diperkirakan akan melawan intervensi asing.

Ini akan mempersulit upaya AS atau Korea Selatan untuk mengamankan senjata pemusnah massal bangsa itu. Tapi ini bukan kali pertama Kim menghilang.

Pada 2014, Kim pernah menghilang lebih dari sebulan dan TV pemerintah Korea Utara kemudian tampil berjalan dengan pincang. Spekulasi tentang kesehatannya dipicu oleh kebiasaan merokoknya yang berat, kenaikan berat badan dan riwayat keluarga karena masalah kardiovaskular. Sebab ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il, juga menderita stroke pada  2008.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

loading...