Latih Kader Penegak Disiplin Prokes

PROKES: Kadisdikbud Kalbar, Sugeng Hariadi, Kadiskes Kalbar, Harisson, Irdam XII Tanjungpura, Brigjen TNI Widhioseno menjadi narasumber dalam Latih Kader Penegak Disiplin Prokes. istimewa

Upaya Cegah Penyebaran Covid-19

SUNGAI RAYA — Kodam XII Tanjungpura bersama Pemerintah Kalimantan Barat, Rabu (29/7) memberikan Pembekalan bagi para Kader Penegak Disiplin Protokol Kesehatan di lingkungan Sekolah se-Kalimantan Barat.

Pembekalan melalui video conference dari Ruang Rapat Puskodalopsdam XII Tanjungpura yang diikuti para Dandim, para Kadinkes Kab/Kota, Kadis Dikbud Kab/Kota, para Kepala Sekolah SMP dan SMA se-Kalbar, para perwakilan Guru dari tiap sekolah SMA dan SMP se-Kalbar ini bertujuan mengoptimalkan kesiapan sekolah untuk kembali melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad diwakili Irdam XII Tanjungpura, Brigjen TNI Widhioseno mengatakan salah satu kegiatan Kodam XII Tanjungpura dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan ”Adaptasi Kebiasaan Baru” yakni dengan membentuk Kader Penegak Disiplin Protokol Kesehatan di wilayah Provinsi Kalbar.

Menurutnya hal tersebut sesuai dengan visi Kodam XII Tanjungpura yang tergabung dalam Kogasgabpad yaitu ”melaksanakan percepatan dalam rangka penanganan Covid-19”. Dalam penanganan Covid-19 di wilayah Kodam XII Tanjungpura lanjutnya dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak guna mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19. Dia meyakini, semua bisa mengatasi ancaman virus ini manakala tetap menjaga disiplin dengan mempedomani protokol kesehatan, serta adanya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menangani Covid-19 agar tidak semakin meluas.

“Salah satu tujuan utama kegiatan ini yakni agar para guru dan petugas penegak disiplin protokol kesehatan di lingkungan sekolah dapat menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan kepada para siswa di lingkungan sekolah,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sugeng Hariadi menerangkan

untuk kembali melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah dengan tatap muka langsung, terlebih dahulu pihak sekolah diwajibkan menyiapkan sarana prasarana penanganan Covid-19 seperti thermogun, tempat cuci tangan dan sabunnya termasuk pengaturan di lingkungan sekolah yaitu penjarangan untuk physical distancing dimana untuk kursi maksimal 18 orang di dalam ruangan kelas.

Sugeng menerangkan saat ini terdapat tujuh kabupaten/kota yang dinyatakan hijau dan boleh melaksanakan kegiatan belajar dengan tatap muka langsung. Tujuh kabupaten/kita tersebut yakni Kayong Utara, Sekadau, Kota Singkawang, Sambas, Melawi, Bengkayang dan Kapuas Hulu.

Dia menambahkan Kegiatan belajar tatap muka ini bukan berarti dimulai pada tanggal 1 agustus tetapi bagi sekolah yang sudah siap karena untuk di ibukotanya itu tenaga pendidik dan siswanya akan di swab dan rapid tes. Sedangkan yang di daerah kecamatan di dalam – dalam kalau sudah perlengkapan protokolnya siap dipersilahkan memulai aktivitas belajar mengajar secara langsung di sekolah mulai 1 Agustus ini.

“Tapi sekali lagi jangan terburu buru, siapkan benar – benar peralatannya termasuk persetujuan dengan orang tua, itu yang penting. Jangan sampai nanti orang tuanya tidak tahu menahu putranya masuk sekolah lalu sekolah dituntut karena anaknya masuk sekolah terkonfirmasi Covid-19,” tegasnya.

Sugeng menambahkan peraturannya yang berkaitan kembali dimulainya proses belajar mengajar di sekolah sudah diintruksikan kesetiap sekolah terutama yang berada di zona hijau.

Sedangkan untuk memenuhi kelengkapan belajar mengajar secara tatap muka langsung di sekolah di masa pandemi Covid-19 lanjut Sugeng, sekolah bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Dana BOS diperbolehkan untuk pembelian peralatan dalam menunjang pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

“Saat kami menunggu kesiapan dari sekolah untuk melaksanakan sekolah tatap muka langsung terutama di zona hijau. Laporan secara tertulis juga kami tunggu, para kepala sekolah SMA dan SMK di zona hijau untuk melaporkan kesiapan perlengkapan atau sarpras dalam rangka sekolah tatap muka di era pandemi khususnya di derah hijau. Untuk daerah zona merah dan kuning saya minta juga untuk menyiapkan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kalimantan Barat, Harisson menambahkan untuk menyiapkan proses belajar tatap muka di sekolah, sebelumnya harus dipastikan semua warga sekolah terutama yang mengikuti proses belajar mengajar terbebas dari Covid-19. Bagi para guru akan menggunakan tes swab yang diperiksa nanti di Untan sedangkan para peserta didik nanti akan dperiksa menggunakan rapid test.

Swab test dan rapid test yang dilakukan tersebut kata dia bertujuan memastikan semua tenaga pengahar dan peserta didik dalam keadaan sehat.

Kalau ada guru yang menolak di swab, atau muridnya tidak mau di rapid tes, berarti tidak diketahui kondisi kesehatannya. Jangan sampai kata dia nantinya, didapati guru atau murid yang tidak mau mengikuti swaslb test dan rapid test sehingga saat mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah akan menularkan kepada yang lain.

“Untuk swab dan rapid tes bagi murid dan warga sekolah dan murid itu gratis, jadi ditanggung oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/Kota biayanya. Namun kalau masih ada yang tidak mau di swab dan rapid tes mereka akan dilarang untuk mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah,” pungkasnya. (ash)

error: Content is protected !!