Latih Petani Sistem Filterisasi Air untuk Ternah Lele

PONTIANAK – Politeknik Negeri Pontianak menggelar Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Senin (14/10) lalu.

Ketua PPM yang ini Ridwan Salim, Dosen Politeknik Negeri Pontianak Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan (IKP). Anggota PPM di antaranya Lukas Wibowo Sasongko, Jumadi Sudarso, Slamet Jumaedi, Sarmila, Evi Fitriyani, Sri Warastuti, M. Taufik, Tedi Basri dan Nur Fahma Dwihandoyo.

Dosen Politeknik Negeri Pontianak Rizal Akbar Hutagalung mengatakan pelatihan ini diberikan karena melihat Kelompok Tani Makmur di Desa Punggur Kecil masih bergantung pada sektor perkebunan seperti buah langsat dan durian.
“Dua komoditi ini sifatnya musiman. Tentu membuat ada waktu jeda yang tidak produktif karena tidak melakukan aktivitas berkebun. Sementara kebutuhan hidup terus meningkat yang tentunya membutuhkan penghasilkan tambahan (sampingan) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” jelas Rizal dalam pesan elektroniknya ke Pontianak Post, kemarin

Pelatihan kepada Kelompok Tani Makmur di Desa Punggur Kecil ini meliputi teknologi teknik pendederan benih ikan lele dengan sistem filtrasi reskulasi. Masyarakat juga diajarkan menerapkan sistem filterisasi air pada pendederan benih ikan lele sangkuriang (Clarias sp) di bak terpal.
“Masyarakat diajarkan teknik membuat bak terpal sebagai wadah budidaya ikan lele dan membuat filter air,” kata Ridwan Salim yang juga staf pengajar budidaya perikanan polnep.

Masyarakat juga dibekali pengetahuan manajemen pakan benih lele, manajemen pengelolaan air, penanganan hama penyakit, pemanenan dan distribusi serta cara menilai kelayakan usaha pendederan benih lele dengan parameter keuntungan, titik impas (break event point), B/C rasio, dan kapan modal bisa kembali (pay back peride).

Ridwan Salim berharap dari pelatihan ini kelompok tani mengusai teknis budidaya ikan lele dengan sistem reskulasi dan secara ekonomi mampu menghitung kelayakan usaha.

Dari awal pelatihan, pendampingan diberikan kepada kelompok tani. Kemudian dilakukan monitoring dan evaluasi oleh tim PPM. Setelah itu baru kelompok tani dapat mandiri melakukan usaha teknik pendederan benih ikan lele dengan sistem filtrasi reskulasi.

Harapannya, dengan pelatihan ini petani dapat mengembangkan proses pendederan ke pembesaran ikan secara berkelanjutan. Mengingat permintaan lele hidup dan segar untuk warung-warung pecel lele, rumah makan, restoran dan pasar swalayan terus meningkat dikota-kota besar.

Kebutuhan lele juga akan terus meningkat seiring tumbuhnya usaha pengolahan lele, seperti bakso lele, krupuk lele, abon lele dan filet lele. Lele juga mulai dipasarkan dalam bentuk awetan, yaitu lele asap, yang tentunya usaha budidaya lele sangat menjajikan untuk ditingkatkan.

error: Content is protected !!