Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Politeknik Kemenkes Pontianak

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus Organisasi Kemahasiswaan Poltekkes Kemenkes Pontianak dilaksanakan pada 12 September 2020. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) yang berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan/Prodi (HMJ/HMP) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Tema kegiatan “Membentuk Jiwa Kepemimpinan Melalui Semangat Berorganisasi”, pelaksanaan dilakukan secara daring.

Dr.Dra.Sunarsieh,M.Kes wadir III, mewakili Direktur Poltekkes Pontianak dalam sambutan pembukaan, mengatakan LDK adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan diberikan bagi pengurus Organisasi mahasiswa . Tujuannya untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus ormawa.

Hal yang menarik dan membuat peserta sangat bersemangat, pemateri kegiatan secara daring ini dihadiri Asisten Ajudan Presiden Republik Indonesia yaitu AKP. Syarif Muhammad Fitriansyah, SIK.,M.Si. Bang Syarif-panggilan akrabnya merupakan putra terbaik Kalbar yang terpilih menjadi asisten ajudan Joko Widodo .Saat pendidikan juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Materi yang disampaikan tentang “Tipologi Kepemimpinan di Era Milenial”. Bang Syarif mengatakan milenial merupakan generasi yang disebut juga dengan generasi Y yang lahir pada tahun kelahiran 1980-2000an yang realitanya saat ini generasi ini merupakan generasi yang sangat ketergantungan pada smartphone dan teknologi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Leadership atau Kepemimpinan merupakan proses seorang individu memiliki pengaruh terhadap orang lain serta memiliki tujuan untuk membantu tercapainya tujuan suatu kelompok atau organisasi.

Bang Syarif mengatakan, bahwa seorang milenial merupakan generasi kritis dan melek teknologi. Sebisa mungkin memiliki jiwa leadership (kepemimpinan) karena dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi semakin baik pula kualitas manusia yang dihasilkan. Poin utama yang menjadi “Resep Sukses” darinya adalah 5S yaitu Skill, Speak, Smile, Sport, dan Sing. Skill yaitu memiliki kemampuan dibandingkan orang lain, Speak yaitu kemampuan berbicara didepan publik, Smile yaitu dalam artian berkelakuan baik, Sport yaitu bisa berolahraga dan mempunyai raga yang sehat, serta Sing yang berarti memiliki keahlian dibidang seni.

“Kame’ bangge jadi budak Kalbar,” ungkap Bang Syarif.

Pemateri Ke dua,Wakil Direktur II Dr. Kelana Kusuma Dharma S.Kep.,M.Kes, dengan materi yang disampaikan yaitu “Manajemen Konflik dan Pengambilan Keputusan dalam Berorganisasi”. Dia mengatakan dalam suatu organisasi sudah pasti terdapat sebuah konflik walau sekecil apapun. Dibutuhkan manajemen yang baik agar suatu konflik atau permasalahan dapat diselesaikan. Sudah selayaknya seorang pemimpin maupun anggota harus dapat mengambil keputusan-keputusan melalui keputusan bersama. Bukan malah mengambil keputusan pribadi karena suatu organisasi yang baik dimulai dari komunikasi yang baik.

Pemateri ke tiga, Direktur Poltekkes kemenkes Pontianak Bapak Didik Hariyadi,S.Gz.,M.Si. dengan materi “Etika, Perilaku, dan Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Sebagai Agent Of Change”. Mahasiswa sebagai Agent of Change sudah seharusnya memiliki 3 Poin utama dalam dirinya yaitu Pemikiran, Perilaku dan Lingkungan. Kemudian Public Speaking dimana seorang mahasiwa harus memahami kemampuan berkomunikasi yang efektif, tampil percaya diri, berada disuatu komunitas yang dapat merubah kearah yang baik. Mampu menjadi pengaruh bagi orang disekitarnya, serta memiliki Personal Brand yang artinya memiliki brand tersendiri dalam dirinya. Leadership yaitu seorang leader (pemimpin) belum tentu memiliki jiwa atau kemampuan leadership (kepemiminan) tetapi seseorang yang berjiwa dan memiliki kemampuan leadership sudah pasti dapat menjadi seorang leader.

Saat sesi tanya jawab Bang Syarif ditanya , bagaimana leadership seorang presiden ? Menurut Bang Syarif Pak Presiden selalu memberikan teladan -teladan dan mencontohkan serta tidak pernah mementingkan kepentingan pribadi. Dari sisi Keluarga, beliau bisa menjaga keluarga dan sangat dekat dengan anak-anak beliau.

Kegiatan LDK ditutup secara resmi oleh Direktur Poltekkes, Bapak Didik Hariyadi,S.Gz.,M.Si. Dalam kata penutupnya, mengharapkan mudah-mudahan mahasiswa dapat memahami apa yang telah disampaikan para narasumber. Bang Syarif dapat menjadi motivator mahasiswa/i dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan dan ke depan Mahasiswa Poltekkes bisa mendapat tempat dalam kanca nasional, menjadi putra terbaik Kalbar yang bisa dibanggakan.

error: Content is protected !!