Lepas Liarkan Arwana di Danau Siawan

LEPAS LIAR: Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir ketika melakukan restocking ikan Arwana di Danau Pekayu Siawan, Desa Nanga Tuan, Kecamatan Bunut Hilir, dengan didampingi istri, beberapa hari lalu. ISTIMEWA

Manfaatkan Danau Lindung Terbatas

NANGA BUNUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu telah mulai menetapkan beberapa danau yang tersebar di kabupaten ini menjadi danau lindung terbatas. Danau-danau ini kelak akan menjadi habitat ikan-ikan khas Bumi Uncak Kapuas yang mulai terancam punah.

“Danau lindung terbatas ini adalah danau yang dikelola dengan sistem CBF (perikanan tangkap berbasis budidaya, Red), kemudian patroli bersama pihak kepolisian dan PSDKP, bahkan sampai proses penindakan atas pelanggaran pidana perikanan,” ujar Bupati Abang Muhammad Nasir saat melakukan pelepasliaran ikan arwana di Danau Pekayu Siawan, Desa Nanga Tuan, Kecamatan Bunut Hilir, beberapa waktu lalu. Lebih lanjut Nasir menyampaikan, danau-danau lindung dengan pengelolaan sistem CBF ini merupakan tempat yang aman untuk ikan berkembang biak. “Salah satu contoh danau lindung yang sudah berhasil dalam pengelolaan ikan silok di alam adalah danau lindung Empangau di Desa Empangau,” ucap Nasir.

Bupati Kapuas Hulu dua periode ini berharap dari hasil pengelolaan silok tersebut, masyarakat setempat bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kegiatan pelepasliaran ini sendiri merupakan gawe Dinas Perikanan Kapuas Hulu. Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan bahwa Kapuas Hulu memiliki luas perairan sebesar 15,08 persen dari total luas daerah Kapuas Hulu. Dia juga menambahkan bahwa perairan air tawar yang ada di Bumi Uncak Kapuas ini terkenal kaya akan keragaman jenis ikannya, yakni terdapat sekitar 297 jenis ikan. “Tetapi beberapa jenis ikan di antaranya seperti arwana super red (silok), ketutung, ikan kapas, dan bauk pipih sudah jarang, bahkan hampir tidak ditemukan lagi,” terang Nasir.

Demikian udang galah serta beberapa spesies ikan belida, diakui dia, sudah mulai berkurang di perairan umum, baik di sungai maupun di danau. Makanya melalui program pelestarian dari Dinas Perikanan ini, Pemerintah Daerah (Pemda) dikatakan Bupati, mencoba beberapa strategi. Salah satu strategi yang dimaksud Bupati yakni mulai dari menetapkan beberapa danau menjadi danau lindung terbatas.

Hadir dalam restocking senator RI Erlinawati, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian LHK, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sejumlah anggota DPRD Kapuas Hulu, jajaran OPD Kapuas Hulu, serta tamu undangan lainnya. (arf)

loading...