Lingkungan dan Psikologi Belajar Siswa

Siti Khasanah, S.Pd

Oleh: Siti Khasanah, S.Pd. *

SEKOLAH merupakan sarana yang sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan, seperti yang dikemukakan bahwa karena kemajuan zaman keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin maju masyarakat, semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk ke dalam proses pembangunan masyarakat. Sekolah sebagai pusat pendidikan mesti mampu melaksanakan fungsi pendidikan secara optimal yakni mengembangkan kemampuan dan meningkatkan mutu kehidupan serta martabat bangsa Indonesia.

Dalam pengajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. Termasuk prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari–hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Terdapat dua faktor dalam pembelajaran alam pada pelajaran IPA. Faktor fisiologis adalah faktor yang meliputi kondisi jasmaniah umum dan kondisi panca indera. Kondisi umum jasmani yang menandai tingkat kebugaran berpengaruh pada proses belajar. Kondisi tubuh yang lemas jelas akan menurunkan semangat dan interaksi belajar, kondisi jasmani yang bugar member peluang intensitas dan semangat belajar yang baik. Sedangkan faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, bakat, minat, motivasi, dan kemampuan kognitif.

Keadaan lingkungan sekitar sekolah merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik. Sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitar sekolah terdiri dari lapangan yang biasanya terdapat hewan dan tumbuhan, kolam, halaman atau kebun sekolah dengan berbagai tumbuh–tumbuhan yang dapat dijadikan objek pengamatan yang berkaitan dengan materi mengenal ciri–ciri makhluk hidup.

Penggunaan sumber belajar dalam proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat penerapan konsep yang dipelajari. Lingkungan alam sekitar dapat menjadi taman sains yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran IPA di luar kelas (out door education).

Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati kebun sekolah dan sekitarnya. Dengan adanya kebun sekolah, maupun area sekitar sekolah, siswa mampu mengaplikasikan segala materi pelajaran bersama alat peraga langsung yang berasal dari alam sebagai media pembelajaran. Juga adanya tanaman dan berbagai makhluk hidup yang ada di sekolah, siswa dapat belajar secara lebih bermakna, lebih menyenangkan dan kreatif. Sebagian besar kompetensi siswa dalam bidang sains dapat digali. Kerja ilmiah dan sikap ilmiah siswa juga dapat ditanami melalui pembelajaran di luar kelas khususnya pada materi tentang makhluk hidup.

Terdapat banyak manfaat yang diperoleh dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber adalah siswa dapat melihat secara langsung benda–benda yang berkaitan dengan mata pelajaran di sekolahnya. Siswa dapat membuktikan dan menerapkan teori atau konsep yang pernah didapat ke dalam kehidupan sehari–hari.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar individu. Adapun lingkungan pengajaran adalah segala apa yang bisa mendukung pengajaran itu sendiri yang dapat difungsikan sebagai sumber pengajaran atau sumber belajar. Bukan hanya guru dan buku/bahan pelajaran yang menjadi sumber belajar. Apa yang dipelajari siswa tidak hanya terbatas pada apa yang disampaikan guru dan apa yang ada di dalam text book. Banyak hal yang dapat dipelajari dan dijadikan sumber belajar peserta didik.

Dalam perencanaan pembelajaran belum mengembangkan materi pembelajaran yang dikaitkan dengan pemanfaatan lingkungan alam sekitar. Sehingga pada  proses pembelajaran guru belum banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif turut serta mencari sumber-sumber belajar yang dapat dimanfaatkan sehingga meningkatkan aktivitas belajar dan dapat memperkaya wawasan siswa.

Seharusnya guru berfikir bahwa lebih mudah menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan metode di kelas dan tidak menggunakan banyak waktu, sedangkan penggunaan metode yang monoton dan tidak bervariasi dapat membuat siswa merasa jenuh, sehingga dapat berpengaruh pada aktivitasnya dalam proses pembelajaran. Lingkungan alam sekitar yang kaya dengan sumber–sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran dan membantu pemahaman terhadap konsep–konsep materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

Sistem pendidikan mencakup masukan, yang diproses dalam pendidikan, dengan membentuk kehidupan baru akan tatanan kehidupan manusia yang berkualitas sesuai tujuan dari makna pendidikan nasional maupun global. Komponen kolaborasi teknologi dan kearifan local pada masa pandemi memberikan pelajaran baru agar peserta didik lebih peduli dan kritis.

Pembelajaran dengan dukungan lingkungan yang kondusif akan memberikan dampak psikologi siswa untuk mempertahankan minat dan motivasi belajar. Sekolah, lingkungan sekitar, orangtua dan juga ekosistem lainnya yang kondusif mendukung kenyamanan siswa untuk belajar. Keutamaan ketenangan siswa untuk belajar memiliki peran besar dalam menenangkan psikologi siswa untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang cukup.

Alam menjadi hal utama dalam mendukung keberadaan dan kosistensi siswa untuk belajar. Peran guru dalam upaya peningkatan pembelajaran dilihat pada kualitas kenampakan yang terjadi antara guru dengan peserta didik dengan menciptakan suatu kenyamanan atas terjadinya suatu kendala yang tercipta didalam pembelajaranya.Budaya lokal dan lingkungan alam sekitar membentuk persepsi social dan juga psikologi siswa baru dalam pembelajaranya.

Dengan mengenali kualitas kemampuan peserta didik secara optimal dan efesien. Perkembangan teknologi dalam menunjang pembelajaran dapat menunjukkan sikap dan perilaku simpatik. Semangat dalam mengajar dan belajar berbasis kearifan lingkungan lokal, menciptakan ruang kepedulian bagi generasi milenial.

*) Penulis : Guru di SDN 19 Tanjung Periuk

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!