Link and Match Kampus Vokasi dan DUDI

Ira Mutiaraningrum

Oleh. Ira Mutiaraningrum

Kepariwisataan Indonesia merupakan salah satu bidang yang paling terdampak pandemi. Dilansir dari website Kemenparekraf/Baparekraf, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia berkurang secara signifikan.

Hal ini menimbulkan efek domino pada sektor akomodasi, ekonomi, transportasi hingga pendidikan. Dalam hal ini, khususnya mahasiswa jurusan Pariwisata mengalami kesulitan dalam pelaksanaan magang. Magang, atau lebih dikenal sebagai PKL (Praktik Kerja Lapangan) merupakan kegiatan lapangan dimana mahasiswa menjadi bagian masyarakat dalam jangka waktu tertentu dan latihan bekerja di tempat yang dipilih untuk menjalani aktivitas layaknya pekerja.

Magang merupakan prasyarat yang harus diambil mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya ke tahap skripsi atau tugas akhir.

Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) memberikan perhatian serius pada Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat mendorong ‘link and match’ Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan pendidikan vokasi yang dibuktikan dengan kerja sama yang dilakukan oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI).

Dalam pendidikan kepariwisataan, pandemi memberikan tantangan tersendiri. Pariwisata, yang merupakan ilmu terapan mengharuskan mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia usaha dan industri. Sebelum pandemi, mahasiswa jurusan pariwisata banyak memilih tempat magang di sektor akomodasi seperti hotel atau resort.

Namun, dengan anjloknya pariwisata Indonesia, banyak sektor akomodasi yang ditutup dan tidak menerima mahasiswa magang.

Menanggapi kesulitan yang dihadapi perguruan tinggi, pemerintah meluncurkan program magang bersertifikat yang merupakan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Magang kampus merdeka menawarkan pilihan sektor industri seperti jasa, lembaga multirateral dan non-profit, Badan Usaha Milik Negara, Kesehatan dan Pelayanan, teknologi dan banyak pilihan lainnya.

Dengan program ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih mudah mencari tempat magang yang relevan dengan keilmuan dan memungkinkan untuk dijalani, utamanya dimasa pandemi. Dilansir dari situs kampusmerdeka.kemdikbud.go.id, kegiatan magang ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam karirnya, memfasilitasi keterlibatan mahasiswa agar mendapat gambaran nyata dunia kerja, dan memperluas koneksi.

Politeknik Negeri sambas merupakan salah satu kampus vokasi yang menyambut hangat ide magang online. Salendri, salah satu mahasiswa yang lolos seleksi program Magang Kampus Merdeka di PT. Tourindo Guide Indonesia Tbk (Pigijo) Vanguard Desa Wisata berbagi pengalamannya.

Ia bercerita “proses seleksi dimulai dengan mendaftarkan diri ke website Kampus Merdeka dan unggah dokumen seperti CV, transkip nilai, dan sertifikat organisasi. Sebagai persyaratan dari perusahaan Pigijo, kami membuat video kreatif tentang mimpi/cita-cita yang ingin dilakukan untuk membangun desa wisata. Kemudian saya lolos ke tahap interview dan mendapatkan e-mail dari Kampus Merdeka bahwa saya akan magang di Vanguard Desa Wisata”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid. Mahasiswa melakukan magang di Desa wisata, kemudian pulang dan melanjutkan magang online sambil membuat produk desa wisata yang kemudian dipromosikan dan dipasarkan.

Selain magang hybrid, magang yang sepenuhnya online juga menjadi pilihan mahasiswa. Misalnya Pahima, memilih Program Internship Sales & Marketing dari salespartner.id.

Menurutnya “magang online sangat menarik, jam magang kondisional, dan dpt ilmu baru seperti online ticketing, menghubungi klien bisnis, dan mencari mitra bisnis”.

Pandemi membuka jalan baru bagi masa depan magang Indonesia. Tidak hanya mahasiswa terfasilitasi untuk berkompetisi mendapat tempat magang di perusahaan lokal maupun nasional pilihannya, magang online juga berkontribusi pada Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) yang selama ini luput dari spesifikasi magang vokasi.

Sebelum magang online diterapkan, kegiatan magang terfokus pada perusahan besar. Dengan magang online, mahasiswa juga berkontribusi pada mengembangan UMKM dengan membuat produk dan jasa dan memasarkannya.

Nur Astri Fatihah selaku Koordinator Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata mengatakan bahwa magang online yang dilaksanakan mahasiswa pariwisata membuka peluang sumber daya lokal untuk membangun daerahnya. Dengan magang online, mahasiswa memiliki  memiliki kapasitas lebih untuk mengambil inisiatif dan kreativitas produk yang akan dihasilkan.

Hal ini mendukung hasil penelitian Bilsland, Nagy, dan Smith (2020), bahwa magang online dibidang pariwisata membantu mahasiswa untuk lebih mandiri dan kreatif dalam membuat produk. Pembelajaran mandiri membuat mereka menjadi lebih jeli dalam melihat potensi daerah yang dapat dikembangkan.

Diharapkan di masa depan, akan lahir produk dan jasa pariwisata hasil cipta mahasiswa yang memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di masa pandemi untuk membangkitkan pariwisata Indonesia.

Akhir kata, profil lulusan di Perguruan tinggi harus memperhatikan dinamika kebutuhan sektor usaha dan industri. Supply dalam bentuk sumber daya manusia harus memenuhi demand dunia usaha dan industri.

Jangan sampai terjadi ketidakcocokan antara kebutuhan industri dan profil lulusan mahasiswa vokasi.  Dengan dilaksanakannya magang online ini, fokus penempatan magang mahasiswa menjadi tersebar ke berbagai sektor baik itu dalam skala kecil, menengah, maupun besar. Diharapkan evaluasi pelaksanaan dapat membantu perguruan tinggi vokasi memetakan kebutuhan DUDI dalam menetapkan profil lulusan.

Diharapkan dengan mengurangi kesenjangan antara keterampilan dan pengetahuan mahasiswa dan kebutuhan industri, angka pengangguran terdidik di Indonesia dapat ditekan. (Penulis. Dosen Politeknik Negeri Sambas. Mahasiswa S3 Universitas Negeri Semarang)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!