Lokasi Longsor Bukit Peniraman Dibersihkan

BERSIHKAN: Petugas sedang membersihkan tanah sisa longsor yang terjadi di Desa Paniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. WAHYU/PONTIANAKPOST

MEMPAWAH – Pascamusibah tanah longsor Bukit Peniraman di RT 01/RW 01, Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, petugas dibantu warga setempat melakukan pembersihan lokasi. Upaya membersihkan lumpur tanah longsor dilakukan dengan menggunakan alat berat dan peralatan manual.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mempawah, Hermansyah beserta jajarannya mengunjungi lokasi longsor, Jumat (17/7) pagi. Hermansyah didampingi Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Didik Sudarmanto dan Kades Peniraman, Madsudi melakukan pemantauan lapangan.

“Sejak kemarin petugas dan warga bergotong royong membersihkan lumpuh di lokasi longsor. Petugas dan warga membersihkan lokasi longsor dari material lumpur tanah longsor,” jelas Hermansyah.

Hermansyah menjelaskan, upaya membersihkan lokasi longsor dilakukan dengan menggunakan alat berat, peralatan manual serta menyemprotkan air untuk membersihkan lumpur yang menutup akses jalan dan lingkungan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan. Sedangkan hari ini, petugas dan warga fokus membersihkan lumpur di lingkungannya serta membongkar rumah korban yang mengalami kerusakan parah,” paparnya.

Hermansyah menyebut, petugas dan masyarakat harus bekerja keras membersihkan lumpur yang menutupi akses jalan dan lingkungan pemukiman masyarakat. Sebab, volume lumpur cukup tebal.

“Kalau di sekitaran rumah korban, ketebalan lumpur setinggi lutut orang dewasa. Makanya, petugas membersihkan lumpur dengan alat berat dan dengan cara menyemprotkan air,” ujarnya.

Hermansyah mengimbau masyarakat yang bermukim di kaki Bukit Peniraman agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Terlebih jika terjadi curah hujan tinggi, masyarakat diminta agar mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi terjadinya longsor.

“Seyogjanya masyarakat tas siaga yang berisikan surat-surat penting, pakaian dan barang yang dianggap berharga. Sehingga, ketika terjadi bencana maka korban lebih sigap membawa tas siaga dan menyelamatkan diri,” pesannya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Didik Sudarmanto menyebut, saat ini pihaknya telah mengusulkan kepada Bupati Mempawah untuk menyalurkan bantuan kepada dua korban bencana longsor Desa Peniraman.

“Kedua korban yang kita usulkan mendapatkan bantuan dengan kondisi bangunan tempat tinggal rusak parah. Kita usulakn agar keduanya mendapatkan bantuan dana untuk perbaikan rumahnya,” jelas Didik.

Ditanya kesediaan korban untuk direlokasi dari kaki Bukit Peniraman, Didik menilai kebijakan tersebut butuh dipertimbangkan lebih matang. Tentunya dengan melibatkan seluruh instansi berwenang.

“Masalah relokasi tidak bisa diputuskan atau diusulkan sendiri oleh BPBD. Perlu dilakukan musyawarah dulu dengan Kepala Daerah dan instansi lainnya,” pendapat dia.(wah)

 

error: Content is protected !!