Lulusan SMK Mesti Bersertifikasi Kompetensi

SMK Negeri 1 Pontianak saat menggelar Launching Implementation Training One GM One SMK Program, Selasa (12/11).

PONTIANAK – Peluang sekaligus tantangan di sektor perhotelan dan pariwisata saat ini semakin besar. Dibutuhkan SDM yang berkualitas agar sektor ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. SMK barangkali menjadi salah satu jalan dalam rangka mencetak SDM profesional yang akan menjadi penggerak industri ini.

SMK Negeri 1 Pontianak berkomitmen untuk mempersiapkan para lulusan yang siap terjun ke industri pariwisata dan perhotelan. Karena itu, sehubungan dengan peningkatan kualitas SDM lulusan SMK yang sesuai dengan kebutuhan industri, maka sekolah tersebut menggelar Launching Implementation Training One GM One SMK Program, Selasa (12/11).

Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sekaligus General Manager Hotel Mahkota Pontianak, Rizal Razikan, dalam sambutannya mengatakan, pariwisata dan perhotelan menjadi salah satu penyumbang pendapatan, baik nasional maupun provinsi.

“Di Kalbar, tahun lalu penyumbang PAD terbesar di Kalbar nomor 3 atau 4. Artinya dunia pariwisata itu sudah sangat dominan,” ungkap dia.

Dihadapan puluhan siswa SMK Negeri 1 Pontianak, dia meyakinkan kepada mereka, bahwa pariwisata dan perhotelan adalah sektor yang sangat menjanjikan. Dia bilang, siswa-siswi SMK beruntung menekuni pendidikan kepariwisataan, karena lebih siap diterima di dunia kerja.

“Kalau tidak punya modal kuliah, lulusan SMK itu bisa langsung kerja,” kata dia.

Untuk dapat diterima bekerja di sektor tersebut, selain memiliki bekal, para lulusan juga harus mengantongi sertifikat kompetensi yang diakui. Dalam hal ini, pihaknya siap memfasilitasi, melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

“Akan kami dorong sertifikasi kompetensi, sehingga ketika lulus mereka sudah dibekali keahlian. Jangan khawatir siswa-siswi SMK, kalian akan dilatih dan disertifikasi, sehingga akan jadi orang hotel yang profesional,” terang dia.

Sementara itu, Ketua PHRI Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal, mengatakan, dalam menghadapi tantangan di sektor pariwisata, tidak cukup berbekal ijazah. Para lulusan, kata dia, harus mengantongi sertifikasi kompetensi agar memiliki daya saing. Dia menyebut, saat ini, Kalbar sudah memiliki satu LSP, yang akan mencetak para pekerja yang profesional di sektor pariwisata dan perhotelan.

“Bahkan sertifikasi itu di akui se-Asean. Supaya apa? Supaya lulusan SMK juga dapat bekerja di luar negeri. Selain itu, sertifikasi ini juga penting supaya mampu bersaing dengan pekerja dari luar negeri. Kita harap yang bekerja di sektor ini adalah anak negeri sendiri,” tutur Yuliardi. (sti)

error: Content is protected !!