Ampuh Tekan Penambahan Jumlah Pasien
M Isya Usulkan Daerah Zona Merah Terapkan PPKM Level 4

M Isya

PONTIANAK – Kota Pontianak dan Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat baru saja keluar dari status zona merah. Namun di Kota Pontianak khususnya penerapan PPKM Level 4 tetap dilakukan pemerintah demi mengurangi angka penyebaran virus COVID-19 ini. Kabupaten Ketapang posisinya sudah masuk dalam status zona merah. Itu diumumkan laman Dinkes Kalbar kemarin. “Kategori risiko kenaikan kasus kabupaten/kota di Provinsi Kalbar, Kabupaten Ketapang masuk zona merah,” dikutip dari laman Dinkes Kalbar kemarin.

Dari 14 kabupaten dan kota di Kalbar, hanya Ketapang yang berada di zona merah atau berisiko tinggi penularan Covid-19. Sedangkan di zona oranye ada sebelas kabupaten dan kota. Selain Kota Pontianak yakni Kota Singkawang, Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Bengkayang, Mempawah, Sanggau, Landak, Sambas, dan Kubu Raya. Sementara dua kabupaten masih berada di zona kuning yang berisiko rendah penularan Covid, yakni Kabupaten Kayong Utara, dan Melawi.

Meski telah keluar dari zona merah, Kota Pontianak saat ini masih menjalankan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021. Sedangkan 13 kabupaten dan kota di Kalbar lainnya menjalankan PPKM Level 3.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, M.Isya dari Fraksi Demokrat Kalbar berharap sebaiknya Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diberlakukan khususnya daerah dengan status zona merah. Buktinya kebijakan pemerintah pusat dan provinsi tersebut terbukti ampuh menekan laju penularan virus corona ke masyarakat. “Daerah dengan status zona merah, sebaiknya diusulkan penerapan PPKM level 4 demi menekan laju pertambahan jumlah pasien terpapar di rumah sakit daerah,” katanya baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya penerapan level 4 diartikan bahwa status wilayah tersebut masuk kategori zona merah. Dalam artian harian, merah biasanya diartikan masuk kategori berbahaya. Makanya PPKM level 4 yang banyak diterapkan pemerintah di Indonesia adalah jalan ampuh menekan dan mengembalikan status wilayah ke zona kuning, orange bahkan hijau.

“Memang sebelumnya banyak pro kontra. Tapi terbukti PPKM level 4 mampu menekan laju pertambahan jumlah pasien dan warga sembuh juga bertambah maksimal. Intinya program pemerintah pusat tersebut terbilang cukup baik,” ujarnya.

Di sisi lain, walaupun dengan status daerah PPKM level 4 atau 3, pelaksanaan protokol kesehatan seperti 3M ditambah 5M harus menjadi pola kehidupan sehari-hari sekarang. Memakai masker, handsanytizer, menghindari kerumuman, tidak bepergian kalau tidak penting dan lainnya juga menjadi jalan keluar terbaik memutus mata rantai virus berbahaya ini. “Namun akan lebih efektif kalau jumlah orang melakukan vaksin maksimal jumlahnya. Vaksin juga menjadi jalan terbaik mencegah penyebaran virus COVID-19 ini,” tukasnya.

Vaksinasi dengan harapan melahirkan semacam kekebalan kelompok atau herd immunity dapat segera tercapai seandainya seluruh komponen masyarakat kompak. Dari warga biasa, ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan stackholder lain bahu membahu membantu menjelaskan manfaat vaksina. “Vaksinasi itu memang harus terus dikejar. Kalau semua disiplin, label PPKM level 3 atau 4 tidak akan menghinggapi wilayah Kalbar,” ucapnya.

Politisi Demokrat Kalbar ini menyebutkan bahwa sebenarnya penerapan PPKM level 4, beberapa aturannya sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan PPKM mikro atau PPKM Darurat. Misalnya mengenai pembatasan jam operasional semua kegiatan usaha. “Kebijakan tersebut positif dan diterapkan memang menekan laju penularan virus corona. Nah kita harus dukung meskipun pahit dalam operasional kehidupan warga kecil. TGetapi kan pemerintah juga membantu tidak membiarkan rakyatnya,” tukas Isya.(den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!