Mahasiswa Papua Kerasan di Kalbar

PAPUA : Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menerima kunjungan perwakilan mahasiswa asal Papua di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (22/8). HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Bertemu Gubernur, Minta Jaminan Keamanan

PONTIANAK – Kerusuhan mengenai isu rasis dan sara yang terjadi di Papua dan beberapa daerah lainnya tidak berpengaruh di Kalimantan Barat (Kalbar). Sampai saat ini mahasiswa atau pelajar asal Papua yeng sedang menempuh pendidikan di Kalbar tetap bisa menjalankan aktivitas dengan baik.
Salah satu perwakilan mahasiswa asal Papua yang tengah berkuliah di Kalbar, Yantovel Absalom Way (23) mengungkapkan, dirinya sangat senang berkesempatan tinggal dan mengenyam pendidikan di Kalbar.

Hampir enam tahun ia hidup di Kalbar, khususnya di Kota Pontianak, tak pernah sekalipun ia mendapat perlakuan yang kurang baik. Hubungan sosial antar masyarakat yang ada semuanya masih dalam batas wajar. Terutama tidak ada hal-hal yang berhubungan dengan rasialisme atau hal negatif lainnya.

“Kalau mengolok, bercanda itu biasa. Paling cuma gurau sebatas bercanda. Cuma saya mengimbau untuk kita sama-sama menjaga, jangan sampai ada (tindakan) rasis,” ungkapnya usai audiensi dengan gubernur dan jajaran Pemprov Kalbar di Kantor Gubernur, Kamis (22/8).

Untuk kedatangan mereka menemui gubernur sendiri merupakan inisiasi dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pontianak. Tujuannya untuk tetap menjaga, agar apa yang terjadi di luar terkait dengan mahasiswa asal Papua, tidak merembet sampai ke Kalbar.

Menurutnya banyak hal yang mereka bicarakan bersama gubernur, seperti isu rasialisme, politik dan lain sebagainya. Dengan adanya jaminan keamanan dari pemerintah daerah khususnya gubernur, Way sapaan akrabnya merasa lega. Sampai saat ini dikatakan ada sekitar 100 mahasiswa/mahasiswi yang mengenyam pendidikan di Kalbar. Dan memang sampai saat ini semuanya masih tetap menjalankan aktivitas dengan baik seperti sedia kala.

“Orang Kalbar selalu menyatu, dengan kami sangat baik, setiap datang selalu welcome, jadi kami harap terus seperti itu. Karena Papua juga Indonesia, kami harus menjaga kesatuan, kita bersama-sama masyarakat Kalbar,” harapnya.

Mewakili para mahasiswa asal Papua, ia berharap pemerintah di Kalbar tetap bisa menjaga keamanan dan kerukunan antar masyarakat yang ada di dalamnya. Mengingat penduduk Kalbar yang heterogen, sehingga harus senantiasi damai, hidup bersama berdampingan dalam perbedaan.

“Bagaimana pemerintah bekerja sama dengan aparat menjaga keamanan di Kalbar. Kami datang ke sini agar terasa aman, untuk menjalankan tujuan kami berkuliah,” ucapnya.

Selain itu untuk daerah mereka di Papua, mahasiswa Fakultas Ekonomi, Untan itu mengharapkan agar selalu damai. Jika memang ada keributan, hendaknya diselesaikan secara hukum dan seadil-adilnya, sesuai dengan apa yang berlaku di NKRI ini. Ia meminta kasus yang menimpa kawan-kawan mahasiswa asal Papua di luar sana tetap bisa diusut tuntas.

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak Srilinus Lino mengatakan, ada beberapa tujuan mereka audiensi dengan gubernur Kalbar. Pertama adalah menyikapi isu yang terjadi secara nasional berkaitan dengan Papua, dalam hal ini, mereka ingin memastikan bahwa Kalbar tetap kondusif.
“Bagaimana kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi masalah itu, jangan ada perpecahan di antara anak bangsa,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, ia juga berharap mahasiswa asal Papua di Kalbar selalu mendapat jaminan keamanan. Karena para pelajar asal Papua yang ada di provinsi ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah.

“Kita tetap pada prinsip kehidupan kebangsaan, yang mana saling menghargai anak bangsa dan menjaga kondusifitas, tidak terpengaruh terhadap kondisi yang hari ini terjadi,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, pihaknya bersama jajaran Forkopimda akan berupaya semaksimal mungkin memberi ketenangan dan keamanan kepada semua masyarakat yang ada di Kalbar. Termasuk juga kepada saudara-saudara sebangsa yang berasal dari Papua, dimana mereka kini tengah mengenyam pendidikan di Kalbar.

“Mereka datang untuk berdiskusi, jangan sampai hal-hal yang lagi menjadi pembicaraan, secara nasional itu terjadi di Kalbar. Kami bersama-sama menjaga Kalbar, supaya tetap kondusif,” katanya.
Karena tujuan ke depan adalah untuk bersama-sama membangun Kalbar dan Indonesia menjadi lebih maju. Ia pun mempersilahkan para pelajar asal Papua yang sedang berkuliah di Kalbar tetap bisa menjalankan aktivitas masing-masing dengan baik. “Silahkan kuliah dengan baik, sampai selesai,” pesannya.

Orang nomor satu di Kalbar itu mengimbau, agar isu-isu yang terjadi saat ini bisa disikapi secara bijak. Aparat penegak hukum juga harus bisa memberikan rasa nyaman kepada siapapun yang tinggal di provinsi ini. “Karena kita Indonesia, di manapun kita berada harus mendapatkan jaminan kemanan dan kenyamanan dalam bingkai NKRI,” pungkasnya. (bar)

Read Previous

Kenali dan Lestarikan Budaya Lokal

Read Next

Pemkab Landak Kerjasama dengan IKA PATA

Tinggalkan Balasan

Most Popular