Mahasiswa Untan Kembangkan Budidaya Kopi di Ambawang

PONTIANAK – Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura bersama masyarakat berusaha mengembangkan pertanian kopi terpadu di Desa Lingga, Kecamantan Ambawang, Kabupten Kubu Raya.

“Desa Lingga memiliki potensi yang cukup baik di sektor pertanian seperti tanaman kopi lokal, jenis robusta dan liberika yang memiliki produktivitas yang cukup tinggi. Namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat,” ujar Rizamel selaku ketua Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) Untan.

Menurutnya, karena kurangnya pengetahuan mengenai pengolahan kopi sehingga tidak ada output yang dihasilkan. Selain itu, lahan pertanian yang sangat luas belum dimanfaatkan untuk proses bubidaya tanaman baik itu tanaman pangan maupun hortikultura. Hal tersebut menginspirasi kami untuk membudidayakan tanaman pajale (padi, jagung dan kedelai) dengan sistem pertanian berbasis organik untuk dikembangkan di desa tersebut sehingga menciptakan pertanian yang ramah lingkungan.

Para mahasiswa dan warga pun memulai kegiatan dari pembuatan rumah kompos, pembangunan rumah kopi, prasarana seperti pembelian alat dan mesin pengelolahan kopi di penjemuran kopi serta menanam pajale dari bulan Agustus. Sedangkan penanaman tanaman pajale dari bulan Oktober. Hingga sekarang proses masih berlangsung.

Dia menyebut, upaya ini mendapat dukungan dari pemerintah melalui bantuan dana dari Dikti. Mereka terdaftar dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

“Diharapkan untuk ke depannya program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya masyarakat di Desa Lingga sehingga dapat mengelola desa secara mandiri di bidang pertaniandengan system pertanian berbasis organic dan terbentuknya UMKM Desa yang dapat menigkatkan perekonomian masyarakat,” katanya. (ars)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!