Malnutrisi pada Orang Dewasa

Kekurangan gizi (malnutrisi) merupakan gangguan kesehatan serius yang terjadi ketika tubuh tak mendapat asupan nutrisi yang cukup. Padahal, nutrisi diperlukan tubuh untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Tanda-tanda apa saja yang menunjukkan malnutrisi pada orang dewasa?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Ahli Gizi Edy Waliyo, S.Gz., M.Gz menjelaskan malnutrisi adalah gangguan kesehatan terkait dengan pemenuhan gizi dalam diri seseorang. Gangguan bisa berupa kelebihan maupun kekurangan gizi.

Namun, presepsi malnutrisi lebih ke arah kekurangan gizi ditandai dengan berat badan yang berkurang karena kurangnya pemenuhan asupan.

“Sebagian orang menganggap bahwa malnutrisi lebih banyak dialami oleh bayi dan anak-anak. Faktanya, malnutrisi bisa terjadi pada orang dewasa,” jelasnya.

Menurut Edy, malnutrisi yang diderita orang dewasa sama dengan anak. Malnutrisi adalah asupan nutrisi dari kebutuhan pokok, baik karbohidrat, protein, lemak dan lainnya yang tak terpenuhi oleh tubuh hingga membuat seseorang kekurangan gizi. Tak hanya kurangnya asupan, malnutrisi pada orang dewasa juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lainnya.

Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak ini menuturkan beberapa faktor diantaranya adalah menjalani diet terlalu ketat, mengalami gangguan makan seperti bulimia, menderita penyakit yang membuat nafsu makan terganggu, seperti penyakit hati, HIV/AIDS dan lainnya. Serta, memiliki kondisi yang membuat tubuh sulit mencerna atau menyerap nutrisi.

“Diet terlalu ketat dan bulimia banyak dilakukan kaum hawa karena terkait body image. Dia beranggapan bahwa tubuhnya selalu terlihat berisi (gemuk),” tutur Edy.

Apakah malnutrisi hanya dapat terlihat dari berkurangnya berat badan? Edy mengungkapkan malnutrisi pada orang dewasa dapat terlihat dari tanda fisik, seperti kelemahan otot atau massa otot berkurang dan respon sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang tak dapat bekerja dengan optimal. Otot-otot tubuh penderita malnutrisi akan kehilangan kekuatan dan kesulitan melakukan aktivitas.

Baik aktivitas ringan maupun berat. Bahkan, aktivitas sehari-hari bisa terganggu akibat kelemahan otot ini. Begitu pula pada respon sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang tak dapat bekerja optimal. Edy menambahkan tanpa nutrisi yang cukup, sistem kekebalan tubuh (imunitas) akan kehilangan kekuatannya atau menjadi lemah untuk melawan penyakit atau infeksi.

Ketika memiliki tanda fisik demikian, bisa melakukan pengukuran status gizi dengan melihat body mass index (BMI). BMI sendiri dilakukan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan. Setelah itu dikalkulasikan dan didapatkan nilai. Edy menyatakan apabila BMI di bawah 18.5, yang bersangkutan dinyatakan menderita malnutrisi.

“Hal ini dikarenakan BMI yang ideal atau normal bagi orang dewasa berada di kisaran 18.5 sampai 24.9,” tambah Edy.

Edy menyarankan untuk menghindari kekurangan gizi sebaiknya mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang tiap harinya. Makanan tersebut terdiri dari sayur dan buah, susu dan produk olahannya, juga makanan sumber karbohidrat, protein, lemak hewan dan nabati, sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Apabila ingin mengetahui apakah tubuh mengalami kekurangan gizi atau tidak, dapat berkonsultasi ke ahli gizi maupun dokter gizi. Ahli gizi maupun dokter gizi akan menghitung indeks massa tubuhmu dan melakukan pemeriksaan lain yang diperlukan untuk mengetahui status gizi Anda,” ungkap Edy.

Kemudian, lanjut Edy, ahli gizi maupun dokter gizi akan memberikan pengaturan pola makan yang sehat, sesuai dengan kondisi yang dialami. **

 


Read Previous

Sinergi Minimalisir Dampak Banjir dan Genangan

Read Next

Wujudkan Ketapang Maju Menuju Masyarakat Sejahtera



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *