Manfaat BSU Bagi Pekerja di Masa Pandemi Covid-19

Kegiatan webinar dengan tema Manfaat Bantuan Subsidi Upah bagi pekerja di Masa Pandemi Covid-19 yang digelar KPC PEN bersama Diskominfo Kalbar, Rabu (2/12).

PONTIANAK- Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) bersama Diskominfo Kalbar menggelar webinar dengan tema Manfaat Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja di Masa Pandemi Covid-19, Rabu (2/12).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kalimantan Barat (Kalbar) Sukaliman mengungkapkan, berjalannya waktu penanganan pandemi Covid-19 tidak hanya fokus pada bidang kesehatan namun juga ekonomi. Salah satunya dengan program BSU yang merupakan bagian dari stimulus pemerintah yang dirumuskan KPC PEN, Kementerian BUMN, Kemnaker, Kemenkeu dan BPJS Ketenagakerjaan.

Harapannya program ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja/buruh dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Dalam kaitannya dengan dunia kerja ke depan Sukaliman mengingatkan soal pentingnya mempersiapkan angkatan kerja untuk bisa beradaptasi dengan revolusi industri 4.0.

“Dalam hal ini mungkin bisa menjadi pemikiran kawan-kawan pekerja, dimana situasi perekonomian ke depan dengan kemajuan teknologi, sudah diprediksi banyak pihak akan menghilangkan tenaga kerja. Artinya pekerjaan yang ditangani manusia akan diambil alih oleh atau dialihtugaskan kepada tenkonlogi dalam berbagai bentuk,” ungkapnya.

Hal tersebut menurutnya harus diantisipasi. Terutama kepada angkatan kerja generasi muda ke depan. “Ini perlu diantisipasi, bisa jadi akan terjadi pada anak-anak kita, mungkin kondisi sekarang mengharuskan seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalbar Manto mengatakan, pemerintah mengeluarkan program BSU kepada 15,75 juta tenaga kerja yang terdampak Covid-19. Dimana program BSU lebih spesifik diatur dalam Permenaker Nomor 14 tahun 2020 tentang pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja buruh dalam penanganan Covid-19.

“Bantuan tersebut bertujuan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja atau buruh yang terdampak Covid-19,” jelas Manto.

Manto mengungkapan di Kalbar sendiri sebanyak 237.336 pekerja yang sudah menerima manfaat BSU. Dimana subsidi diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan. “Berdasarkan laporan dari BPJS Ketenagakerjaan di Kalbar itu sebanyak 237.336 orang yang sudah mengkonfirmasi menerima BSU dari pemerintah ini,” ungkapnya.

Adapun total bantuan yang diterima oleh penerima manfaat sebesar Rp2,4 juta atau Rp600 ribu per bulan selama empat bulan yang dicairkan setiap dua bulan sekali. Dengan mekanisme penyaluran melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Himbara akan menyalurkan langsung bantuan subsidi upah kepada rekening penerima bantuan. Diberikan setiap dua bulan sekali, satu kali cair penerima manfaat akan menerima Rp1,2 juta,” paparnya.

Manto menjelaskan syarat pekerja untuk mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) adalah berwarga negara Indonesia, masih aktif terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020. Kemudian peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang berdasarkan upah dibawah Rp5 juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan, serta pekerja atau buruh penerima upah yang bekerja pada pemberi kerja selain pada induk perusahaan BUMN, lembaga negara, instansi pemerintah, kecuali non ASN.

“Serta mereka harus juga harus memiliki rekening bank yang aktif dan tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program kartu prakerja,” jelasnya.(bar)

error: Content is protected !!