Manfaat Lewat Kirab Pemuda

Bagi Akbar Ramadhan, pemuda memiliki daya yang lebih dalam berkarya. Memiliki ide cemerlang dalam berbuat. Dan, punya kemampuan berkolaborasi dengan siapa saja. Lewat Kirab Pemuda Indonesia, Akbar yakin pemuda mau berjuang bersama demi Indonesia.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Akbar begitu tertarik dengan bidang kepemudaan. Saat remaja, pria kelahiran 14 Maret 1993 ini aktif terjun di bidang kepemudaan. Salah satunya pada 2017, dia menjadi wakil Kalbar dalam ajang Kirab Pemuda Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Menurut Akbar, program kepemudaan Kemenpora memberikan kesempatan kepada anak muda untuk berkeliling Indonesia.

“Meng-eksplore sifat kepemudaan dan karakter, serta menggali potensi anak muda di seluruh pelosok negeri. Serta, memberikan motivasi agar pemuda mau dan mampu bergerak berkontributif bagi pembangunan daerahnya,” kata Akbar.

Ketika itu, saat Akbar lolos dalam ajang Kirab Kepemudaan Indonesia, Akbar diterbangkan ke titik pertama yaitu Pulau Miangas, Sulawesi Utara. Pulau ini berada paling utara di Indonesia berbatasan langsung dengan Filipina.

Ada pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh Bujang Kota Pontianak 2014 ini. Miangas adalah pulau kecil. Penduduknya masih kental dengan budaya tradisional. Di sana hanya terdapat satu sekolah menengah pertama dan satu sekolah menengah kejuruan  saja.

Kala itu, Ketua Regional Kalimantan Forum Kirab Pemuda Indonesia 2017 ini masuk ke permukiman dan bertemu dengan dua siswa SMP. Kedua anak tersebut bercerita tentang kegiatannya yang harus menginap di sekolah untuk masak dan membuat nasi kuning. Nasi kuning dijual pagi sebelum berangkat sekolah. Mereka berjualan untuk tujuan mencari dana acara Natal bersama sekampung. Akbar menilai aksi ini sangat inspiratif. Sebabm tak mudah dana untuk sebuah even besar di Miangas.

Titik akhir perjalanan Akbar di Blitar, Jawa Timur. Di sana sebagai titik puncak Kirab Pemuda. Para peserta bertemu dengan zona dua (zona timur) dimana mereka berangkat di titik pertama, Pulau Rote kemudian bergerak ke Merauke. Di tiap daerah para peserta banyak melakukan kegiatan. Sampai diakhir seluruh peserta memiliki hasil project sebuah karya tentang gambaran Indonesia sesungguhnya.

“Di Blitar, Alhamdulillah saya mewakili peserta lain diminta menceritakan hasil perjalanan di depan Menteri Pemuda dan Olahraga sebagai laporan saat itu,” kata Akbar.

Banyak sekali manfaat yang Akbar dapatkan setelah mengikuti Kirab Pemuda. Baik dari perubahan sikap dan cakrawala hingga pemikiran yang terbuka.

“Ternyata Indonesia itu kaya. Indonesia benar-benar membuatnya merasa bangga ketika telah mengelilinginya dan mengetahui karakter setiap masyarakatnya,” ungkap Akbar yang pernah menjadi pembicara nasional Forum Pemuda Indonesia 2018.

Pengalaman menarik lainnya yakni perjalanan dari Kalteng menuju Kalbar melalui jalan darat. Saat memasuki perbatasan dari Kalteng ke Kalbar, bus Kirab yang ditumpangi macet dan menerobos jalan berlumpur.

“Di tengah kegelapan tanah kuning, hutan dan sedang hujan para peserta cowok keluar ikut membantu mendorong. Mengeluarkan jebakan ban yang terjebak dilumpur,” ceritanya.

Saat itu, Akbar berinisiatif mencari batang pohon pisang untuk menghalang ban melewati lumpur. Bermodalkan senter di smartphone berdua teman mencari pohon pisang, akhirnya bus bisa lolos dari lumpur dan jalan pun dilanjutkan.

Akbar menambahkan peran pemuda sangat penting. “Bahkan, Indonesia merdeka saja kalau bukan pemudanya saat itu bergerak 1928 dalam upaya persiapan pergerakan kemerdekaan Indonesia,” pungkasnya. **

Read Previous

Pemkot Terima Hibah Rumah Tua di Pinggir Kapuas

Read Next

Resmi Dimulai Juara Bertahan Menang Mudah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *