Manfaat Naik, Iuran Tetap Sama

PONTIANAK – Kepala BP Jamsostek Cabang Pontianak Andry Rubiantara mengatakan kenaikan manfaat dari program jaminan sosial BP Jamsostek bisa mendorong pekerja untuk menjadi peserta.

Apalagi kenaikan manfaat itu tidak dibarengi dengan naiknya premi yang harus dibayarkan, baik sebagai pekerja bukan penerima upah maupun penerima upah.

Seperti diketahui pemerintah meningkatkan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Peningkatkan itu diberikan tanpa kenaikan iuran sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
“Bahwa kenaikan manfaat ini menjadi salah satu konsentrasi kami agar seluruh masyarakat memahami terutama sesuai dengan PP nomor 82 Tahun 2019 yang juga menjadi imbauan Presiden RI, Joko Widodo,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kalbar Andry Rubiantara usai Sosialisasi kenaikan Manfaat bagi seluruh anggota BPJamsostes di Hotel Orchadz Perdana, Rabu (26/2).

Ia mengatakan sosialisasi akan peningkatan itu pun harus sampai ke masyarakat tingkat bawah utamanya mereka pekerja bukan penerima upah. Selama dua hari ini pun BP Jamsostek Cabang Pontianak juga menggelar sosialisasi yang melibatkan pelaku usaha.

Andry melanjutkan sosialisasi itu dimaksudkan untuk mengajak perusahaan agar mendaftar pekerjanya sebagai peserta karena meningkatnya manfaat program JKK dan JKM. “Ini menjadi kewajiban kami untuk mensosialisasikan, sehingga mudah-mudahan dengan kenaikan manfaat ini masyarakat semakin sadar untuk ikut serta,” harap Andry.

Sosialisasi itu juga dilanjutkan Andry agar pekerja mengetahui hak diterimanya setelah kenaikan manfaat untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). “Jadi manfaat ini naik tanpa menaikkan iuran,” ujar dia.

Selain itu terkait award Paritrana yang diberikan kepada seluruh perusahaan dan Pemerintah se-Indonesia juga dilakukan dalam kegiatan sosialisasi. “Mengapa dari Januari kita sampaikan agar Perusahaan dan Pemda mempersiapkan parameter Paritrana dengan meningkatkan kepesertaan di Kalbar,” tutup Andry. (mse)

error: Content is protected !!