Manfaat Senam Kegel untuk Pria dan Wanita

SENAM kegel (kegel exercises) adalah senam yang dilakukan rutin akan membuat otot panggul bagian bawah menjadi kencang. Lantas, bagaimana cara melakukannya dan apa saja manfaatnya?

Pamela Chrisna Wirawaty // Personal Trainer Planet Fit Pontianak

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Personal Trainer Planet Fit Pontianak, Pamela Chrisna Wirawaty mengatakan senam kegel adalah senam pelatihan yang dilakukan untuk otot panggul bawah khususnya daerah ‘V’ atau organ intim meliputi otot panggul, bokong dan paha dalam.

Tidak hanya diperuntukkan untuk para wanita yang sudah menikah dan pasca melahirkan. Pria juga bisa melakukan senam kegel terutama yang mengalami pengendoran otot panggul terutama otot yang mengendalikan otot laju urine.

Pengendoran otot laju urine disebabkan beberapa faktor yaitu pasca melahirkan (inkontinensia urine), operasi prostat pada pria dan kecelakaan. Tetapi, gerakan yang dilakukan pria tidak sama dengan gerakan pada wanita.

Manfaat senam kegel pada wanita dan pria berbeda. Pamela menuturkan manfaat pada wanita dapat merapatkan vagina pasca persalinan normal. Mempercepat pemulihan vagina pasca pengguntingan vagina (episiotomi).

Mengatasi wasir terutama untuk wanita yang melahirkan normal karena dapat melancarkan peredaran darah menuju dubur dan vagina. Mengencangkan vagina, untuk wanita yang memasuki masa menopause membantu performa seksual.

“Serta, membantu mengatasi gejala melemahnya otot dan ligamen yang menopang organ-organ pada panggul bawah melemah,” kata Pamela.

Manfaat pada pria, membantu meredakan inkontinensia urine, sulit menahan buang air kecil. Melancarkan peredaran darah pada penis, sehingga ereksi lebih kuat. Mencegah ejakulasi dini. Mencegah kencing tidak tuntas terutama penderita prostat. “Serta, menjaga kesehatan prostat pria,” sambungnya.

Berbicara mengenai gerakan, Pamela menjelaskan gerakan mendasar pada senam kegel mengencangkan otot panggul bawah, selama melakukan gerakan ini dilarang mengencangkan otot perut, paha dan bokong karena akan terjadi keram pada otot tersebut.

Jangan menahan napas, tetap perhatikan keluar masuk udara dari hidung dan membuang perlahan melalui mulut. Gerakan ini seperti menahan kencing lakukan selama tiga detik lalu lemaskan selama tiga detik dan ulangi sebanyak sepuluh kali.

Pamela menambahkan setelah terbiasa melakukan gerakan tersebut, maka waktu penahan otot bisa ditambah sesuai dengan kemampuan. Gerakan ini juga bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, baik saat sedang duduk maupun tiduran.

Variasi gerakan pelatihan yang biasa seorang instruktur berikan biasanya meliputi gerakan pada tangan untuk membantu mengatur ritme tekanan otot dan pernapasan. Begitu juga, bila divariasi dengan gerakan menggunakan otot paha dan kaki.

“Gunanya untuk memperkuat ketahanan menopang saat melakukan gerakan penahanan otot panggul,” tutup Pamela.**

 

error: Content is protected !!