Manfaatkan Lockdown, Buka Perekonomian Kalbar

PONTIANAK–Border Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia yang ditutup dengan perbatasan Serawak (Malaysia) sebagai antisipasi

penyebaran pandemi global Covid-19, menyebabkan terhentinya aktivitas perekonomian di ujung negeri. Untuk itu diperlukan tindakan nyata untuk membuat roda perekonomian bergerak kembali. Untuk itu langkah Konsulat Jenderal Indonesia untuk Serawak sangat perlu dalam menegoisasikan kembali pembukaan arus barang di
perbatasan negara,

Cok Hendri Ramapon, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalbar dari Dapil Sanggau menyebutkan bahwa pembukaan arus barang antar negara adalah solusi dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat untuk perbatasan kedua negara.

“Arus keluar masuk orang tidak boleh dibuka. Diharapkan barang bisa keluar masuk dalam memenuhi kebutuhan warga di perbatasan kedua negara, terutama masyarakat Indonesia di perbatasan,” ujar Cok Hendri.

Masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia, terutama warga di wilayah Entikong mengandalkan pasokan dari negeri Jiran, Malaysia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Akan tetapi karena Negara Malaysia sudah terlanjur menerapkan lockdown total di masa pandemi Covid-19, akhrinya warga perbatasan kesulitan mendapatkan produk jiran.

“Contoh kecilnya saja produksi susu milo terkenal buatan Malaysia saja sudah langka dan susah dapat di perbatasan,” kata politisi Gerindra Kalbar ini.

Selain sulit dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hati, penghasilan atau omset masyarakat perbatasan, terutama dari sektor perdagangan juga ikut menurun drastis.

Pedagang yang berjualan juga kehilangan pembeli secara menyeluruh. Sementara Pasar Rakyat atau Pasar Tradisional di Entikong, Malaysia dan rencananya ditempati para pedagang, ternyata sampai sekarang tak kunjung dibuka setelah ditutupnya Border perbatasan antar negara.

Masalah tersebut banyak diadukan masyarakat perbatasan kepada dirinya. Dia mendorong dalam mengajak Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat guna terjun langsung ke Entikong.

“Artinyah pendapat masyarakat yang merasakan langsung perlu didengar,” tukasnya.

Bulan Maret Tahun 2020, memang penutupan sementara angkutan Antar Lintas Batas Negara (ALBN) di Kalimantan Barat (Kalbar), pintu perlintasan di PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau seiring dimulainya keputusan Pemerintah Malaysia melakukan lockdown turut berdampak pada lalu-lintas di perbatasan. Dishub Kalbar bahkan melaporkan tidak ada bus atau mobil melintas dari kedua negara, baik Kalbar, Indonesia maupun Sarawak, Malaysia.(den)

loading...