Manfaatkan Platform Digital, Kerajinan Tangan Berbahan Kulit Kayu Kapuak Terjual Hingga ke Amerika

DIGITALISASI PRODUK: Erlinawati menunjukkan produk kerajinan tangan tas dan dompet miliknya yang terbuat dari serat kulit kayu kapuak melalui telepon pintarnya,Jumat(21/5). Ia memanfaatkan promosi dan transaksi digital dalam menjangkau konsumen.HARYADI/PONTIANAKPOST

Membangun satu produk hingga dikenal konsumen bukanlah hal mudah. Begitulah yang dirasa Erlinawati ketika memulai usahanya beberapa tahun lalu. Kerajinan tangannya punya ciri khas karena berbahan dasar serat kulit kayu kapuak,. Kini produknya naik kelas. Pemasarannya pun sekarang wara wiri memenuhi jendela pasar digital.

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

SUDAH tiga tahun ke belakang, Erlinawati pemilik usaha kerajinan tangan Anjabyl Accesories memanfaatkan pemasaran produknya melalui berbagai platform digital. Tas dan dompet hias berbahan serat kulit kayu kapuak merupakan produk andalannya. Seiring majunya teknologi. Erlinawati, salah satu Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak betul-betul merasakan dampak positif dari kemajuan teknologi.

Ia yang dulunya hanya memanfaatkan pasar nyata (tradisional) dalam pemasaran produk, sekarang justru bisa berselancar jauh dalam berpromosi produk. Perempuan kelahiran Desember 1973 ini, diketahui sudah sejak 2019 memanfaatkan ruang digital sebagai pemasaran produk tas dan dompet berbahan dasar serat kulit kayu kapuak. Pemasaran awal ia mulai dengan memanfaatkan ruang-ruang promosi bisnis di Facebook, Instagram dan WhatsApp.

“Namun untuk rintisan usaha sudah saya mulai sejak 2015 silam. Usai mengikuti pelatihan inkubator bisnis dari Bank Indonesia,” ungkap Erlinawati kepada Pontianak Post, Jumat (21/5). Setelah kegiatan itu, cakrawala dalam berwirausaha pun makin terbuka. Ide-ide cemerlang bermunculan di kepala. Dengan keterampilan dalam berkerajinan tangan membuatnya menang selangkah.

Ia tinggal memikirkan bagaimana menjadikan produknya khas dan berbeda dari produk kerajinan tangan lainnya. Untuk itu ia memilih serat kayu kulit kapuak sebagai bahan dasar. Kulit kayu kapuak yang merupakan ciri khas Kalimantan.

Modal kelihaian dalam membuat aneka suvenir, ternyata tak lantas membuatnya mudah menyelipkan bahan itu ke dalam produk.  “Awalnya buat mengombinasikan serat kayu kulit kapuak agak susah. Saya sempat belajar dengan teman di Sanggau. Setelah dari sanalah, ide berkreasi saya muncul,” ujarnya.

Ia pun mulai melakukan terobosan. “Pertama saya membuat buket pengantin berbahan serat kulit kayu. Kemudian berlanjut ke dompet, tas hias dan kalung. Saya memilih usaha ini karena ingin menampilkan kreasi yang berbeda. Dengan kreasi tas dan dompet ini semua kalangan bisa memakainya,” kata Erlinawati.

Ia juga mengombinasikan serat kayu kapuak dengan bahan tenun khas Kalbar. Mulai dari corak insang Melayu Pontianak, tenun Sambas, tenun ikat Dayak Sintang sampai tenun Sidan Putusibau. “Untuk harga, saya patok mulai Rp 250 ribu sampai yang tertinggi Rp 1,5 juta. Itu jenis dompet, tas, buket pengantin dan kalung,” ujarnya.

Awalnya pemasaran dan promosi dilakukan dari mulut ke mulut hingga akhirnya merambah dunia maya melalui aplikasi digital. Alhasil, produk buatannya semakin banyak diminati. Di akhir 2019, ia juga dikenalkan dengan aplikasi pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang difasilitasi BI.

Erlina betul-betul merasakan manfaat dari promosi via online. Apalagi di tengah pandemi Covid-19. Pemasaran digital mampu menembus sekat-sekat yang dahulu sering menjadi kendala. BI juga mengikutsertakan produknya dalam berbagai pameran virtual. Meski demikian, penjualan melalui offline juga masih dilakukan. Utamanya pada konsumen tetap yang biasa datang ke gerainya.

Untuk jangkauan pangsa pasar yang luas, promosi melalui online diakui sangat membantu. Penjualan yang dahulunya hanya sebatas di Kota Pontianak, kini jadi tak terbatas. Bahkan pembelinya ada yang dari Amerika, Korea, Arab, Jepang dan Papua Nugini.  “Rata-rata mereka sangat suka dan puas dengan produk serat kulit kayu. Menurut mereka produk ini sangat etnik dan unik,” ujarnya.

Ke depan ia masih akan memperluas pangsa pasarnya menggunakan berbagai platform, baik melalui Google bisnis sampai ke wadah pemasaran Shopee dan sejenisnya. (*)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!