Marak Terjadi Pelecehan Seksual di Konser

ilustrasi

KONSER bukan cuma ajang interaksi musisi dengan penonton dan fans. Namun, di mata penikmat musik, konser adalah cara terbaik untuk bersenang-senang. Tapi, apa jadinya kalau konser malah dijadikan ladang utama oleh para pelaku pelecehan seksual?

Beberapa waktu lalu, salah seorang pengguna Twitter bercerita pernah menjadi korban pelecehan seksual di konser grup musik Feast. Fattwa Pujanggawati bercerita lewat akun Twitter-nya, @pujanggawati_. Dia dan beberapa penonton perempuan lain menjadi korban pelecehan seksual. Beberapa orang berkali-kali menyentuh tubuhnya secara sengaja. Meski udah berusaha melepaskan diri, dia nggak bisa berbuat banyak karena berada di tengah kerumunan.

Buntut cerita tersebut adalah banyak pihak yang berani bersuara. Di mata kita, konser adalah tempat bersenang-senang sekaligus merayakan musik. Di sisi lain, kita nggak sadar bahwa ada banyak hal nggak mengenakkan yang terjadi dan menimbulkan banyak korban.

Salah satunya ST, 20 tahun. Mahasiswa Teknik Untan ini pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan saat menonton konser musik Slank di Stadion Baning Sintang pada 3 Desember tahun lalu.

“Waktu itu pas lagi libur kuliah jadi pulang kampung, pas kebetulan Slank lagi ngadain tur di beberapa kota di Kalbar jadi aku excited banget ikut bareng dua teman cewek lainnya,” cuap ST.

Sebenarnya dari awal memang ST ragu karena satu jam sebelum konser keadaan stadion sudah ramai dan didominasi kaum adam. Keinginan ST cukup kuat mengalahkan rasa ragu, ST tetap nekat pergi dan berada di kerumunan tengah, di mana posisi ST dan kedua temannya adalah posisi strategis menonton konser, namun sulit untuk menepi. Benar saja, selang beberapa lagu ST merasa ada seseorang yang menggesek-gesekkan kemaluannya ke bagian belakang ST. Panik dengan situasi tersebut, ST langsung mengajak kedua temannya untuk pulang.

“Nggak bisa ngomong apa-apa karena shock waktu itu. Terlalu panik sampai aku udah nggak fokus nonton lagi dan langsung ngajak teman-temanku pulang dalam keadaan kebingungan karena aku nggak langsung cerita,” ujar ST.

Nggak berbeda jauh dari pengalaman ST, WY juga pernah mengalami peritiwa serupa saat menonton konser Burger Kill di Rumah Radakng pada Sabtu (23/11) ini. Cewek yang tinggal di daerah Purnama ini pernah dengan sengaja disentuh payudaranya oleh orang yang tidak dikenal saat tengah menonton konser.

“Niat seru-seruan jadi buyar seketika, aku nggak melihat pasti orangnya yang mana karena memang ada beberapa cowok di samping kananku,” ujar mahasiswa tingkat atas di salah satu universitas Pontianak ini.

WY mengaku tak bisa berbuat banyak karena memang konser musik keras membuat penonton bebas bergerak, namun WY sangat sadar bahwa memang ada oknum yang menyentuh dan sedikit memeras payudaranya saat itu. Ketenangan saat menyaksikan konser harusnya tidak terganggu oleh kejadian-kejadian tidak menyenangkan yang sengaja dilakukan oleh oknum tertentu. Sebab esensi dari menonton konser adalah mendapatkan kebahagiaan bukan sebaliknya.

Pelaku kejahatan seksual ada di mana pun dan bisa muncul kapan pun. All you have to do is encourage yourself to fight back. Zetizen paham betul ketakutan dan kemarahanmu. Sudah waktunya generasi muda ikut melawan tindakan pelecehan seksual. Jika mengalami jangan bungkam, segera bersuara! (dee)

loading...