Marhaban Ya Ramadan

Oleh Drs H Ridwansyah, M.Si

SELAMAT datang Bulan Ramadan. Bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan yang dinantikan berjuta-juta umat Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di bulan Ramadan umat Islam diwajibkan berpuasa sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah: 183. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

================

BULAN Ramadan merupakan tarbiyah pembinaan umat Islam. Di mana seluruh Ummat Islam diwajibkan berpuasa di bulan itu. Berbagai amaliah Ramadan ditingkatkan. Salat Tarawih, tadarus Alquran dan memperbanyak zikir dan doa kepada Allah. Semua itu dalam rangka meraih ketakwaan kepada Allah SWT sebagaimana firman Allah di atas.

Hari ini kita menyambut kehadiran Ramadan 1441 H. Tentunya kita rasakan berbeda suasananya dari tahun-tahun sebelumnya. Bulan Ramadan 1441 H tahun ini berada di ten gah darurat Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia dan Kaliman tan Barat yang kita cintai. Kondisi wabah Covid-19 semakin hari perkembangan dan penyebarannya sangat mengkhawtirkan yakni terus mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, cara yang efektif sementara ini adalah dengan menerapkan phsyical distancing atau social distancing sehingga penyebaran wabah Covid-19 dapat kita putuskan. Oleh karena itu, kami mengajak kepada seluruh masyarakat Kalbar, mari patuhi aturan pemerintah, maklumat Kapolri, edaran Menteri Agama dan tausyiah MUI untuk melaksanakan amaliah Ramadan tahun ini lebih kita tingkatkan kekhusyukan ibadah amaliah Ramadan Tahun ini lebih diutamakan secara berjamaah bersama keluarga Inti di rumah saja.

Adapun imbauan Menag Nomor 6 tahun 20020 sebagai berikut:

Pertama, Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah.

Kedua, sahur dan buka puasa dilakukan bersama keluarga inti di rumah. Tidak perlu menyelenggarakan buka puasa bersama di masjid/ musala atau tempat lainnya yang mengumpulkan banyak orang.

Ketiga, pelaksanan salat Tarawih dilakukan bersama keluarga inti berjemaah di rumah.

Keempat, tilawah atau tadarus Alquran dilaku kan di rumah masing masing berdasarkan perintah Rasulullah untuk menyinari rumah dengan tilawah Alquran.

Kelima, buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintah lembaga swasta masjid/surau ditiadakan.

Keenam, peringatan Nuzul Quran dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar di lembaga pemerintah/swasta, di masjid/musala ditiadakan

Ketujuh, tidak melakukan iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah baik di masjid atau di lapangan ditiadakan. Untuk itu diharapkan terbitnya fatwa MUI.

Selain itu, warga diminta tidak mengadakan kegiatan sebagai berikut: salat tarawih keliling, takbir keliling, dan pesantren kilat, kecuali melalui media elektronik.

Silaturahmi atau Halalbihalal yang lazim dilaksanakan kita saat hari raya dapat dilakukan di media sosial atau video call.

Untuk pelaksaan zakat maal maupun zakat fitrah, dianjurkan sesegera mungkin agar dapat nantinya disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerimanya dan dalam pelaksanaanya memperhatikan protokol kesehatan.

Oleh karena itu mari kita kedepankan ketaatan kita dalam beribadah. Tapi bukan hanya emosi kita saja dalam beribadah. Jadi, apa yang sudah diarahkan pemerintah daerah, edaran menag dan para ulama semuanya untuk kemasalahatan kita bersama.

Hendaknyakitalaksanakan karena menjaga keselamatan jiwa lebih diutamakan sebagaimana dianjurkan agama dan tidak memaksakan kita di saat kondisi pandemik/darurat Covid-19. Kita tingkatkan doa semoga Allah swt segera mengangkat dan membebaskan kita dari penyebaran Covid-19 di bumi yang kita cintai ini. Aamiin. (*)

Penulis adalah Kepala Kanwil Kemenag Kalbar

error: Content is protected !!