Mari Belajar Kelola DD dari Sini

PERTUKARAN INOVASI DESA: Suasana kegiatan Bursa Pertukaran Inovasi Desa tahun 2019 yang dilaksanakan untuk desa-desa di lima kecamatan perbatasan, Senin (27/8), yang dipusatkan di Kecamatan Badau. ISTIMEWA

Bursa Pertukaran Inovasi Desa Tahun 2019

BADAU – Bursa Pertukaran Inovasi Desa (BID) Tahun 2019 diharapkan bisa menjadi media belajar bagi perangkat desa, untuk memperoleh informasi terkait penggunaan dana desa, agar tidak terjadi penyalahgunaan. Harapan tersebut disampaikan Camat Badau Adenan saat membuka kegiatan dimaksud, Senin (26/8) di Hotel & Resto Badau.

Adenan menilai, program BID ini bertujuan untuk menjembatani kebutuhan masyarakat desa, sekaligus sebagai sarana penyelesaian masalah dalam penggunaan dana desa, agar sesuai peruntukannya. “BID ini dapat memberikan masukan kepada perangkat desa dalam kegiatan pembangunan menggunakan dana desa yang lebih efektif dan inovatif,” tegasnya. “Ini bertujuan untuk memacu arah kebijakan pembangunan di desa yang lebih baik, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di desa itu sendiri,” timpalnya.

Adenan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala desa dari lima kecamatan yang begitu antusias menyambut BID tersebut. Antusiasme tersebut, menurut dia, memperlihatkan bagaimana desa-desa di beranda depan NKRI tersebut memiliki semangat untuk berinovasi dalam membangun desa.

“Kita bersyukur acara BID ini berjalan lancar dan meriah, karena semua kades antusias dalam memilih menu bursa yang ada,” kata Adenan.

Kegiatan yang berlangsung di daerah perbatasan ini melibatkan seluruh kepala desa di lima kecamatan perbatasan, yakni Kecamatan Embaloh Hulu, Batang Lupar, Badau, Empanang, dan Puring Kencana.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Hari Supriyanto, koordinator Tenaga Ahli (TA) P3MD Kabupaten Kapuas Hulu berharap melalui kegiatan tersebut, dapat meningkatkan kualitas pembangunan di setiap desa. Dari sini juga diharapkan dia, bisa menggali kreatifitas masyarakat dalam mengoptimalkan potensi yang ada. “Malalui forum ini diharapkan pemerintah desa memiliki referensi dalam merencanakan pembangunan serta menggunakan dana desa lebih optimal, inovasi, dan berkualitas,” pesan Dedi.

Ditekankan Dedi, untuk tahun ini program yang ada lebih mengarah pada bidang kesehatan, penanganan stunting, peningkatan sumber daya manusia, dan upaya pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat agar lebih sejahtera. “Kalau kita lihat menu peningkatan SDM dan Kewirausahaan menjadi favorit peserta bursa, ini menandakan bahwa desa sudah tidak berkutat dimasalah infrastruktur yang selama ini menjadi idola dalam setiap pemilihan pembangunan desa, namun perlu mewujudkan SDM yang unggul,” tuntasnya. (arf)

Read Previous

Sejak Dini Mulai Diajarkan Toleransi

Read Next

Penanganan Stunting di Kalbar Masuk Pembahasan Utama

Tinggalkan Balasan

Most Popular