Mari Cegah Diabetes dari Rumah

Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes bisa mengontrol gula darahnya denga mengatur jam makan. (Boldsky)

JAKARTA – Dalam rangka memperingati World Diabetes Day 2020, Tropicana Slim mengadakan kampanye #Hands4Diabetes2020 Online Festival yang mengajak masyarakat Indonesia menjadi agen perubahan untuk mencegah dan melawan diabetes dari rumah, khususnya di masa pandemi saat ini. Mengangkat tema ‘Nursing Yourself & Diabetes at Home’, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberdayakan setiap masyarakat untuk mencegah diabetes dari rumah baik untuk diri sendiri, merawat diri bagi yang diabetes, serta membantu merawat anggota keluarga yang diabetes.

Diadakan secara virtual pada 6-8 November 2020, #Hands4Diabetes2020 Online Festival terdiri dari serangkaian kegiatan edukatif dan interaktif. Dalam momen itu, Tropicana Slim juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menunjukkan solidaritas kepada diabetisi dengan melakukan posting smiling hand di Instagram dengan sticker #Hands4Diabetes2020 sebagai petisi dukungan terhadap diabetes. Untuk setiap posting, Tropicana Slim akan berdonasi kepada Komunitas Sobat Diabet guna disalurkan dalam berbagai program pencegahan dan penanganan diabetes di Indonesia.

“Sebagai brand yang sudah hampir 50 tahun hadir dalam menginspirasi masyarakat Indonesia hidup sehat melalui serangkaian produk bercita rasa tinggi, Tropicana Slim percaya bahwa keluarga punya peran yang amat penting sebagai agen perubahan untuk mencegah dan melawan diabetes dari rumah. Apalagi di masa pandemi saat ini, di mana masyarakat dihimbau untuk berada di rumah,” kata Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim

Pihaknya menekankan pentingnya kita sebagai anggota keluarga agar menunjukkan kepedulian kita dan menjadi support system bagi anggota keluarga kita yang diabetesi melalui dukungan emosional maupun sosial. Dukungan yang dapat diberikan misalnya dengan ikut menjalankan pola makan yang sehat, bersama-sama rutin beraktivitas fisik, mengingatkan diabetesi untuk rutin mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, serta memeriksakan kadar gula darah secara berkala.

Dante Saksono, Kepala Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM mengatakan, salah satu hal yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita diabetes adalah kondisi komplikasi diabetes, karena komplikasi pada penderita diabetes dapat menyebabkan pendeknya rentang hidup, keterbatasan diri, serta meningkatnya beban ekonomi bagi pasien dan keluarganya sehingga sangat mempengaruhi terhadap penurunan kualitas hidup penderita bila tidak diatasi dengan baik.

“Sayangnya, berdasarkan sebuah penelitian terhadap 907 orang pasien diabetes di Indonesia (dari rumah sakit di daerah Jawa dan Sulawesi), 70 persen pasien dilaporkan menderita komplikasi diabetes,” tutur dia.

Menurutnya, diabetes memang merupakan penyakit serius yang tidak dapat disembuhkan. Kabar baiknya, diabetes dapat dikendalikan agar tidak menyebabkan komplikasi. Inilah mengapa, penting agar anggota keluarga punya pemahaman yang tepat tentang diabetes dan cara mengontrol kadar gula darah, baik bagi diri mereka maupun anggota keluarga mereka yang menderita diabetes. Kondisi kadar gula darah yang terkontrol bermanfaat bagi penderita diabetes agar dapat merasa lebih baik, misalnya membuat merasa lebih berenergi, serta lebih jarang mengalami kondisi infeksi. Selain itu, kontrol gula darah juga penting untuk mencegah berbagai macam komplikasi diabetes yang berbahaya (seperti penyakit jantung, gangguan penglihatan, kerusakan sistem syaraf, dan penyakit ginjal).

“Cara mengontrol diabetes adalah melalui pola makan sehat, menjaga berat badan, aktif bergerak, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, serta cek kadar gula darah secara rutin,” jelas dia.

Rudy Kurniawan, pendiri Komunitas Sobat Diabet mengatakan, anak muda punya peran penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga agar bisa terbebas dari risiko diabetes. Apabila diketahui bahwa ada risiko keturunan diabetes.

“Maka ini saatnya bagi kita untuk memutus mata rantai diabetes di keluarga dengan menjalani pola hidup sehat. Selain itu, kita juga perlu menujukkan kepedulian kita kepada anggota keluarga kita yang menderita diabetes, misalnya orang tua kita, dengan memberikan dukungan moral serta mengajak mereka menjalani pola hidup sehat dan aktif untuk mengontrol gula darah mereka,” jelas dia. (/r)

error: Content is protected !!