Maria Gantikan Akim, PDIP Kuasai Parlemen

Maria Lestarii

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyetujui permintaan PDIP untuk mengubah hasil pemilihan legislatif (pileg) di daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) I. Maria Lestari resmi menggantikan posisi Alexius Akim sebagai calon anggota DPR RI terpilih.

“Permohonan kita terima. Berdasarkan aturan, apabila calon terpilih tidak memenuhi syarat maka peroleh suara terbanyak berikutnya yang akan naik. Karena (tertinggi ke) 2 dan 3 diberhentikan dan mengundurkan diri, maka diisi oleh Maria Lestari,” ujar Ketua KPU Arief Budiman dalam rapat pleno penetapan anggota DPR terpilih di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (31/8).

Sebelumnya, PDIP mengajukan penggantian nama anggota DPR terpilih pada dapil Kalbar I. Hal ini karena adanya anggota yang dipecat dan mengundurkan diri. Di dapil dengan delapan kursi tersebut, PDIP memperoleh dua kursi. Caleg yang terpilih adalah Cornelis dan Alexius Akim. Namun, Alexius Akim dipecat.

Nah, seharusnya caleg penggantinya adalah caleg dengan suara terbanyak ketiga bernama Michael Jeno. Namun yang bersangkutan ternyata telah menyatakan pengunduran diri. Itu dibuktikan dengan berita acara yang ditunjukkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam rapat pleno KPU. Bahkan Hasto melakukan konfirmasi langsung dengan menelepon Michael Jeno dalam forum rapat KPU tersebut.
Dengan demikian, yang berhak menduduki kursi adalah caleg pemilik suara terbanyak berikutnya bernama Maria Lestari. Caleg nomor urut tiga dengan suara 33.006 tersebut kemarin resmi ditetapkan sebagai caleg terpilih dari PDIP.

Permasalahan ini dijelaskan pada saat pleno penetapan nama caleg terpilih DPR RI.  Caleg DPR dari PDIP yang dipecat yaitu atas nama Alexius Akim, sedangkan mengundurkan diri yaitu Michael Jeno.
Menurutnya, pemberhentian kedua caleg tersebut sudah didukung bukti yang legal. Hasto menyebut, keputusan yang diberikan merupakan hasil kebijakan DPP PDIP terkait sengketa internal. Partainya siap bertanggung jawab atas akibat yang diambil dari keputusan tersebut. “Benar bahwa kebijakan di DPP PDIP, dalam menyelesaikan konflik sengketa internal kami lakukan melalui mekanisme parpol. Dalam menyelesaikan tersebut kami taat pada peraturan perundang-undangan dan KPU dan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Dalam persidangan, Hasto juga menyerahkan bukti-bukti dokumen terkait kepada KPU. Selain itu, verifikasi terhadap kebenaran dokumen pengunduran diri Michael Jeno juga langsung dilakukan dengan cara teleconference.

Dia menuturkan, pada dapil Kalbar I, perolehan suara tertinggi pertama ditempati oleh Cornelis (285.797 suara), kedua ditempati oleh Alexius (38.750 suara),  Michael Jeno (36.243 suara), dan Maria Lestari (33.006 suara).

Selain dapil Kalbar I, PDIP juga mengusulkan penggantian caleg di dapil Sumatera Selatan (Sumsel) I. Caleg terpilih bernama Nazarudin Kiemas sudah meninggal dunia. Nah, sesuai aturan, suara caleg yang meninggal dunia otomatis menjadi suara partai. Nah, PDIP mengusulkan suara dilimpahkan ke caleg nomor urut enam bernama Harun Nasiku. ’’Jadi partai punya kewenangan memberikan suara caleg yang meninggal ke kader yang terbaik,” kata pengurus PDIP Candra Irawan.

PDIP Kuasai Parlemen

Dalam rapat pleno ini, tujuh anggota KPU secara bergantian membacakan perolehan kursi partai di setiap daerah pemilihan (dapil). Komisioner juga menampilkan caleg terpilih di dapil-dapil tersebut.

’’Penetapan ini sesuai ketentuan perundang-undangan,” kata Ketua KPU Arief Budiman.
Hasilnya, tidak berbeda dengan data yang selama ini sudah beredar. PDI Perjuangan mendapat kursi mayoritas dengan 128 kursi di parlemen. Adapun perolehan suara nasional mencapai 27.503. 961 atau 19.33 persen.

Golkar memperoleh kursi terbanyak kedua sebanyak 85 kursi. Adapun suara sah nasional Golkar mencapai 17.229.789 atau 12,31 persen. Peringkat ketiga kursi terbanyak adalah Partai Gerindra dengan jumlah 78 kursi.
Dari komposisi caleg terpilih, total ada 112 perempuan yang berhasil melenggang ke Senayan. Atau mencapai 19,47 persen. Dari sisi usia, jumlah figur muda yang menghuni parlemen periode 2019-2024 sebanyak 72 orang. Atau 12,5 persen dari total anggota DPR sebanyak 575 orang. Mereka berusia 43 tahun ke bawah. (mar)

Read Previous

Jiran Butuh Pisang Kalbar

Read Next

Kangen Masakan Kikil Eyang Habibah

Most Popular